batampos.co.id – Setelah sempat terbegkalai selama tiga tahun, akhirnya proyek sistem pengolahan air minum (SPAM) ibu kota kecamatan (IKK) Kundur Barat (Kuba) diresmikan bupati Karimun Aunur Rafiq Jumat 24/3.

Peresmian SPAM tersebut dilakukan setelah pemerintah kabupaten Karimun membangun jaringan pipanisasi 400 dari 800 (5.000 ) jiwa di kelurahan Sawang. Pemkab Karimun terlambat membangun jaringan pipanisasi ke 800 rumah atau 5.000 jiwa disebabkan defisit keuangan pemerintah Karimun sebelumnya. Namun sekarang sudah teralisasi 400 rumah jaringan pipanisasi.

“Kita harapkan pada tahun depan dapat dilanjutkan kekurangan 400 rumah sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih,” ujar Rafiq.

Saat ini SPAM di Kundur Barat mampu menghasilkanatau mengalirkan air bersih sebanyak 10 liter per-detik. Ke depanya Aunur berharap SPAM mampu meningkatkan lagi menjadi 50 liter per detik.

Proyek SPAM IKK Kundur Barat dibangun bersumber dari APBN tahun 2014 menelan anggaran Rp 7 miliar. Bahkan proyeknya sudah selesai dikerjakan tiga tahun lalu. Mangkraknya proyek SPAM IKK Kundur Barat disebabkan lambanya pemerintah Karimun membangun jaringan pipanisasi sebanyak 800 rumah.

Mangkraknya proyek SPAM sempat menarik perhatian kejaksaan negeri Karimun di Tanjungbatu untuk melakukan penyidikan. Hasilnya tidak ditemukan meruigak negara dan melanggar hukum, belum dioperasikan proyek SPAM tersebut murni kesalahan pemerintah kabupaten Karimun yang sejak awal sudah komitmen akan membangun jaringan pipanisasi ke 800 unit rumah. Namun setelah proyek selesai dikerjakan Pemda Karimun tidak kunjung membangun jaringan instalasi pipanisasi ke rumah warga dengan alasan defisit anggaran sehingga proyek SPAM tidak berfungsi. (ims)

Respon Anda?

komentar