batampos.co.id – Masa konsesi PT Adhya Tirta Batam (ATB) untuk pengelolaan air Batam akan berakhir tahun 2020. Badan Pengusahaan (BP) Batam berencana untuk melelang pengelolaan air kepada umum dan ATB masih berpeluang untuk ikut. Namun sebelum pelaksanaannya, BP Batam akan meminta pihak independen untuk mengaudit aset yang berkaitan dengan pengelolaan air di Batam.

“Ada kemungkinan 2 tahun sebelum berakhir, kami akan meminta pihak independen melakukan audit terhadap aset-aset BP Batam yang berkaitan dengan pengelolaan air,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono,” siang tadi, Rabu (29/3/2017).

Seluruh aset ATB saat ini diperkirakan telah mencapai Rp 1 triliun dan akan kembali ke BP Batam di akhir konsesi. Aset-aset tersebut antara lain pipa-pipa, jaringan pipa baru, Water Treatment Plant (WTP) dan sarana lainnya.

“BP Batam tak bisa sepenuhnya mengelola air karena tupoksinya adalah mempercepat investasi di Batam,” tambah Andi.

Sehingga sistem pengelolaan air tetap seperti awal yakni kontrol tetap di BP Batam dan pengelolaan air beserta distribusinya dipercayakan kepada pihak swasta yang akan berperan seperti sebuah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Menurut Andi, ATB sudah bekerja dengan sangat baik dengan tingkat distribusi air mencapai 98 persen dan tingkat kebocoran di bawah 15 persen. “Memang pada awalnya pengelola air akan merugi nantinya. ATB saja merugi selama 8 tahun terlebih dahulu,” ungkapnya.

Di tempat yang berbeda, Corporate Communication Manager ATB, Enrique Moreno mengungkapkan ATB pasti akan ikut lelang tersebut.

“Ya pastilah ikut lagi. ATB sudah menunjukkan performa terbaik. Sehingga kami dalam posisi lebih percaya diri lagi karena sudah mengelola air di Batam selama 20 tahun,” katanya. (leo)

Respon Anda?

komentar