batampos.co.id – Rumah Wan Zawali warga di Desa Sungai Ulu Natuna menjadi target penembakan, sekitar pukul 00.00 WIB, Selasa (28/3).

Akibat penembakan tersebut, satu unit mobil dinas Ketua Lembaga Adat Melayu terkena satu peluru bagian kanan depan mobil yang sesang parkir dirumahnya. Serta mengenai atap rumah, lantai dan pot bunga. Tidak terdapat korban dalam insiden tersebut.

Polres Natuna yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan 10 selongsong peluru kaliber 5,56. Namun belum menemukan proyektil.

Hingga saat ini, Polres bekerjasama denga TNI AD melakukan penyelidikan kasus penembakan salah sagu rumah warga tersebut. Sementara kediaman rumah Wan Zawali masih dipasangi garis polisi.

Kapolres Natuna AKBP Charles Panuju Sinaga didampingi Dandim 0318 Natuna Letkol Inf Ucu Yustiana dan Dansubdenpom TNI AD Kapten Cpm SHM Sinaga dalam keterangan Pers di Mapolres Natuna mengatakan, saat ini Polres Natuna bersama Subdenpom TNI AD masih mendalami insidèn penembakan rumah Wan Zawali tersebut dan melakukan penyelidikan dan pencarian pelaku.

Ditegaskan Charles, penembakan tersebut tidak terkait terorisme atau aksi teror lainnya. Namun masalah pribadi tapi bukan dengan Wan Zawalinya (Ketua LAM Natuna,red)

“Untuk sementara insiden penembakan ini bukan teroris, tapi masalah pribadi. Kami bersama Densubdenpom masih mencari pelaku. Kami juga belum memastikan pelakukan oknum TNI atau warga sipil,” sebut Charles.

Sejauh ini sebut Charles, dipastikan tidak ada korban jiwa. Namun terdapat kerugian materil, karena mengenai mobil dinas ketua LAM sedang parkir, atap rumah dan lantai.

Dikatakan Charles, pihaknya jga menerima informasi adanya keterkaitan keributan warga dengan seorang oknum TNI pada malam sebelumnya saat acarà hiburan warga. Dan terjadi kejar kejaran. Namun informasi tersebut masih didalami.

“Tapi sekarang belum jelas siapa orangnya, belum bisa buktikan pelakunya oknum TNI, masih dicari. Kejadian pertama di Natuna,” sebut Charles.

Dandim 0318 Natuna Letkol Ucu Yustiana menegaskan, pihaknya sudah menyerahkan insiden tersebut kepada Densubdenpom TNI AD untuk dilakukan penyelidikan.

Dikatakan Dandim, 10 selonsong amunisi yang ditemukan di TKP adalah jenis 5,56 mili meter. Senjata yang digunakan laras panjang jenis SS 1 atau senapan serbu (SS) 2.

wikipedia

“Tapi insiden ini kami pastikan ada buntut panjang atau merembet ke pihak lain. Kondisi Natuna tetap kondusif,” tegas Dandim.

Dansubdenpom  Ranai Kapten Cpm SHM Sinaga dalam pernyataannya menegaskan, pihaknya bersama Polres Natuna masih mencari pelaku  dan mengumpulkan keterangan.

“Jika ditemukan bukti kuat mengarah ke oknum anggota TNI dilakukan penyidikam, penahanan, pemberkasan dan diserahkan ke pengadilan miiter,” tegas Dansubdenpom Ranai.

Insiden penembakan kediaman Ketua LAM Natuna Wan Zawali tersebut sontak membuat gegera warga setempat. Meski saat kejadian tidak ada warga keluar dari rumah, namun menyebabkan penghuni rumah kaget saat diberondong senjata laras panjang.(arn)

Respon Anda?

komentar