Gaji Guru Tidak Tetap Minus Rp 2 Miliar

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Arif Fadillah mengatakan kebutuhan gaji Guru Tidak Tetap (GTT) di Kepri masih kurang Rp 2 miliar lagi. Karena kekurangan tersebut, Arif meminta Dinas Pendidikan untuk menyelesaikan apa yang menjadi prioritas pendidikan terlebih dahulu.

“Ya memang untuk kebutuhan gaji GTT yang baru kita ambil alih masih ada minus. Karena ini menyangkut gaji, tentu menjadi kebutuhan prioritas,” ujar Sekda Arif menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (29/3) usai membuka Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri di Hotel CK, Tanjungpinang, kemarin.

Ditanya berapa kekurangan tersebut, pria yang merupakan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kepri tersebut mengaku tidak mengetahui pasti. Menurut Arif, kebutuhan pendidikan sedaya upaya harus diakomodir. Karena menyangkut Indek Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kepri.

“Kepri membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal. Tentu ini berkaitan erat dengan dunia pendidikan. Mutu dan kualitas terpulang kepada kemampuan guru,” papar Sekda Arif.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Arifin Nasir membenarkan adanya kekurangan tersebut. Menurut Arifin, pihaknya sudah membuat perhitungan terkait kebutuhan GTT di Kepri, yakni sebesar Rp 29,5 miliar. Akan tetapi, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan evaluasi sebesar Rp3 miliar.

“Jumlah ini yang akan kita perjuangkan di APBD Perubahan nanti. Karena ini menyangkut gaji guru,” ujar Arifin Nasir.

Disinggung apakah sudah diteken Surat Keputusan (SK) bagi 1.501 GTT oleh Gubernur Nurdin. Menanggapi pertenyaan tersebut, Arifin mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Biro Hukum Provinsi Kepri.

“Kesimpulannya adalah SK tersebut cukup diteken oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Setelah ada petunjuk tersebut, segera akan terbitkan,” papar Arifin.(jpg)

Respon Anda?

komentar