batampos.co.id – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Disperindag Bintan mengatakan kajian harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 Kg sudah hampir rampung

Menurut hasil kajian sementara, bila terjadi kenaikan, maksimal diperkirakan angka kenaikan hanya sebesar Rp 250. “Itu angka maksimalnya kalau terjadi kenaikan naiknya segitu, itu hasil kajiannya,” jelas Setia Kurniawan dari PPNS Disperindag selaku tim kajian, Rabu (29/3).

Sementara itu, kata Setia, untuk hasil akhir dari penentuan kajian (HET) gas elpiji 3 Kg, tersebut, tentunya akan diputuskan langsung oleh Bupati Bintan.

“Apakah bupati nanti tetap menetapkan besar angka Rp 250 tersebut atau tetap dengan HET lama, yakni Rp 15.000. Semua akan dilihat nanti,” terangnya.

Menurutnya angka kenaikan Rp 250 itu sudah melalui tahap kajian yang intensif. Angka itu sudah diacu dengan mendasarkan perhitungan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) harga berlaku terhadap harga konstan.

Setelah itu, akan dilakukan lagi pengujian terhadap kemampuan masyarakat dengan rencana kenaikan tarif atau HET. “Jadi angkanya seperti itu (Rp 250) tapi kalau putusannya tetap oleh kepala daerah (Bupati Bintan, red) yang menentukan,” tutupnya. (cr20)

Respon Anda?

komentar