Pak Walikota…Warnet di Sagulung Kembali Beroperasi Sampai Tengah Malam

batampos.co.id – Pengawasan pihak kecamatan terhadap warung internet (warnet) mulai longgar. Akhirnya banyak warnet yang kembali melanggar aturan sehingga meresahkan warga.

Warga di sekitar Pasar Mandalay, Sagulung misalnya mengeluhkan aktivitas sejumlah warnet. Warnet di sana umumnya beroperasi bebas hingga larut malam dan tidak membatasi pengunjungnya. Banyak anak usia sekolah yang menghabiskan waktu di warnet bahkan sampai tengah malam ataupun saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung.

Kondisi tersebut menjadi kekhawatiran serius para orangtua. Mereka khawatir anaknya terpengaruh dengan kebebasan itu dan nekat melakukan tindakan kejahatan untuk mendapatkan uang sewa warnet. “Saya sendiri tak mau kasih uang kalau anak main di luar, takutnya malah main warnet. Tapi itu tadi kalau kondisinya seperti ini (bebas) anak bisa nekat nantinya karena terpengaruh lingkungan,” ujar Reza, seorang warga, Rabu (29/3/2017).

Kekhawatiran Reza itu beralasan, sebab belum lama ini, Rs, murid SD di tempat tinggalnya mencoba membobol rumah warga untuk mendapatkan uang sewa warnet. “Takutnya seperti itu. Keenakan bermain warnet bisa lupa belajar dan nekat mencuri malahan. Ini persoalan serius jadi jangan dianggap sepeleh,” tuturnya.

Kekhawatiran serupa diungkapkan warga perumahan PJB, Sagulung dan Marina. Warnet ini menerima siapa saja yang datang asalkan bayar. Imbasnya anak usia sekolah banyak yang jadi korban karena warnet di sana umumnya dikunjungi anak-anak usia sekolah.

Pihak Kecamatan Sagulung saat dikonfirmasi mengaku akan segera bertindak. Dalam waktu dekat ini pihak kecamatan akan merazia dan memantau warnet-warnet tersebut. “Kita selalu awasi tapi itu tadi kadang petak umpet juga. Saat kami datangi mereka tutup, saat kami ke tempat lain buka lagi mereka,” ujar Kasi Trantib Kecamatan Sagulung Jamil, kemarin.

Senada disampaikan Camat Batuaji Frid Kalter yang mengaku masih tetap fokus mengawasi keberadaan warnet di wilayah kecamatan Batuaji. Namun karena titik warnet cukup banyak dan tersebar hingga ke pemukiman jadi belum bisa diantau semuanya.

“Kami tetap pantau dan awasi. Sudah diperingatakan berulang kali, tapi kalau masih melanggar lagi akan kami tindak tegas,” ujar Frid Kalter. (eja)

Respon Anda?

komentar