batampos.co.id – Sehubungan dengan kasus penembakan Rumah Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) di Natuna, Kapolda Kepri Ijen Sam Budigusdian mengungkapkan, selonsong peluru yang ditemukan pada saat penembakan tersebut merupakan peluru dengan kaliber 55.

“Peluru itu biasa digunakan untuk senjata jenis SS1, yang merupakan senjata standar oleh militer,” ujarnya saat dijumpai di Mapolresta Barelang, Rabu (29/3) sore.

Dijelaskan Sam, penembakan terhadap rumah ketua LAM Natuna, Wan Zawali ini bermula dari acara dangdutan dihentikan oleh lurah. “Lurah meminta acara dangdutan itu dihentikan karena ada keributan sebelumnya,” tuturnya.

Akibatnya, terjadi cekcok antara pengunjung dengan lurah tersebut hingga terjadi pengeroyokan terhadap pengunjung yang diduga salah seorang oknum TNI AD.

“Besoknya dia menelepon penyanyi dangdut itu untuk menanyakan rumah orang yang meminta dihentikan itu hingga terjadi hal itu,” tuturnya.

Sam melanjutkan, dirinya belum bisa menyimpulkan pelakunya merupakan salah seorang oknum anggota. Sebab, saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman oleh tim gabungan.

“Tim gabungan sedang bekerja.Kemungkinan pelakunya lebih dari satu, karena mereka memakai sepeda motor Yamaha Vixion,” imbuhnya. (cr1)

Respon Anda?

komentar