Seorang perempuan mengerutkan dahi sambil melihat kursi penis di dalam kereta. (YouTube via BBC)

batampos.co.id – Sistem transportasi publik Mexico City punya reputasi buruk untuk urusan keselamatan perempuan.

Dalam pooling 2014 yang dihelat YouGov, perusahaan pooling asal Inggris, terungkap bahwa pelecehan verbal dan fisik di kereta bawah tanah Mexico City paling buruk.

Seperti pengalaman Ninde. Perempuan tersebut sampai trauma naik kereta bawah tanah karena dia pernah dilecehkan. Saat itu, seorang lelaki melakukan onani sampai ejakulasi di hadapannya.

Pengelola sistem kereta bawah tanah Mexico City pun melakukan kampanye untuk melawan kekerasan seksual terhadap penumpang perempuan. Kampanyenya unik, berwujud sebuah kursi yang memiliki penis dan dada six-pack.

Kursi itu membikin gerogi sebagian besar penumpang.

Ada penjelasan di samping kursi “ajaib” itu. Tulisannya, “Sangat tidak nyaman duduk di kursi ini. Tetapi, itu tidak sebanding dengan kekerasan seksual yang dialami perempuan dalam perjalanan mereka sehari-hari.”

Kursi tersebut bukan permanen.

UN Women dan otoritas Mexico City membuat tagar #NoEsDeHombres untuk kampanye yang bertujuan untuk menyorot pelecehan seksual di transportasi publik.

Respons masyarakat pun beragam. Dalam video candid yang disebare di akun Youtube, beberapa penonton memuji ide tersebut.

Sementara yang lain mengatakan kursi penis itu tidak adil buat lelaki dan cenderung sexist.

Rene Lopez Perez, kepala riset program Gendes – organisasi masyarakat sipil Meksiko yang berfokus pada kesetaraan dan melawan pelecehan seksual- memuji kampanye tersebut. Tetapi Perez juga menekankan untuk tidak melihat semua lelaki adalah pelaku pelecehan seksual.

”Tidak semua lelaki itu brengsek,” katanya. (BBC/tia)

Respon Anda?

komentar