Melihat Kapal Perang TNI AL Pabrikan Batam

927

PT Karimun Anugrah Sejati (KAS) Batam sukses mengerjakan dua unit kapal patroli cepat milik TNI AL, KRI Torani 860 dan KRI Lepu 861.

Dua kapal dengan panjang masing-masing 45,5 meter itu diserahkan oleh Direktur Utama PT KAS, Franky Sucipto, kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi di Pelabuhan Makobar, Batam, Kamis (30/3).

Dalam sambutannya KSAL mengatakan, dua kapal buatan Batam itu akan ditempatkan di wilayah kerja Lantamal IV Tanjungpinang untuk memperkuat Satuan Kapal Patroli (Satrol) TNI AL di perairan Selat Malaka.

“Dua kapal ini memiliki mobilitas yang tinggi. Kecepatannya yang mencapai 28 knot juga akan mengawasi perairan di sekitarnya termasuk di perairan Cina Selatan,” ujar Ade.

Kapal tersebut dilengkapi dengan persenjataan yang canggih. Di antaranya meriam kaliber 30 milimeter (mm) pada bagian haluan dan pucuk Senapan Mesin Berat (SMB) kaliber 12,7 mm pada bagian buritan.

Kedua kapal tersebut masuk dalam kelas PC 40 yang mempunyai panjang keseluruhan 45,5 meter, lebar 7,9 meter, dan kecepatan jelajah 15 knot. Kapasitas bahan bakar dalam sekali jalan mencapai 70.000 liter dan punya ketahanan berlayar selama enam hari.

Untuk dapur pacu, kapal ini digerakkan dua buah mesin diesel MTU yang masing masing berkekuatan 2.480HP. Dan hebatnya lagi, kapal patrol ini juga dilengkapi mission management system (MMS). Sehingga bila diperlukan Canon Remote Control Weapon System (RCWS) dengan mudah dapat dipasang.

“Kapal PC 40 ini merupakan kapal ke 18 dan 19 yang dipesan oleh TNI sejak beberapa tahun yang lalu. Ini untuk melengkapi armada satua patroli TNI AL di Indonesia,” ujar Ade.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Ade Supandi memberikan keterangan pers saat peresmian KRI Torani 861 dan KRI Lepu 861 di Pelabuhan Batuampar, Kamis (30/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos

Pengadaan dua kapal ini, jelas Ade, merupakan tindak lanjut dari pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI AL untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI AL.

“Memang secara umum jumlah kapal PC seperti ini belum ideal. Minimal masing-masing Lamtamal tiga unit kapal jenis ini, kita ada 14 Lantamal, kapal sejenis ini baru 19,” tutur Ade.

Namun demikian, Ade optimis dengan adanya dua kapal patroli cepat terbaru itu, kekuatan armada TNI AL untuk mengamankan wilayah periaran di Indonesia sudah mencukupi. Sebab kapal-kapal patroli jenis lain yang lebih besar juga masih bisa digunakan.

“Yang sudah ada tetap diberdayakan. Jadi tetap dimaksimalkan,” ujarnya.

Dengan adanya penambahan dua kapal tersebut, Ade berharap agar satuan TNI AL ke depannya semakin profesional dan maksimal lagi dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai satuan pengaman wilayah periaran.

“Jaga dan rawatlah kapal ini dengan baik. Tugas pokok kita sebagai TNI AL harus lebih baik lagi,” pesannya kepada satuan TNI AL yang hadir dalam acara tersebut.

Usai memberikan arahan, Ade juga langsung melantik kapten dan komandan kedua kapal tersebut. Sementara peluncuran dan peresmian kapal ditandai dengan pemencahan kendi di badan kapal.

Kepada PT KAS, Ade juga mengaku bangga. Sebab dua kapal tersebut telah dikerjakan dengan baik sesuai spesifikasi yang ditentukan dan tepat waktu.

“Hasilnya luar biasa. Dua kapal yang cukup canggih ini diserah-terimakan tepat waktu,” ujarnya.

Ke depannya Ade berharap agar PT KAS tetap berkomitmen dengan mutu dan kualitas produksi tersebut agar semakin baik lagi.

“Persaingan semakin ketat dan harapan saya ke depannya lebih baik lagi. Tidak saja dalam negeri tapi internasional juga harus bisa bersaing,” ujar Ade.

Direktur PT KAS Batam, Jacky Sucipto, menyampaikan rasa terimakasihnya atas kepercayaan dan kerja sama yang baik dari pihak TNI AL tersebut. Sebagai perusahaan yang sudah malang melintang di dunia galangan kapal, PT KAS memang selalu mengedepankan kualitas produk.

“Ini bukan yang pertama Pak, sudah banyak kapal-kapal negara yang kami bangun dan hasilnya selalu memuaskan,” ujar Jacky.

Untuk itu, ke depannya Jacky berharap agar pihak TNI AL terus mempercayai perusahaanya untuk memproduksi kapal-kapal serupa.

Sementara Project Manager PT KAS, Guntur Ristiyono, menambahkan dua kapal buatan PT KAS tersebut merupakan kapal berteknologi terbaru yang dilengkapi dengan persenjataan yang modern. Kapal-kapal tersebut masuk dalam kategori kapal klasifikasi Bureau Veritas (standar pembangunan kapal internasional) yang berbahan aluminium. (eja)

Respon Anda?

komentar