Bupati menandatangi MoU pembangunan terminal international. F.Tri Haryono/batampos.

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq, kemarin (30/3) menandatangani MoU pembangunan terminal Ferry International antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun, PT Pelindo I Medan dan pihak swasta Panbil Group Batam melalui anak perusahaan PT Jaya Annurya Karimun (JAK) di rumah dinas Bupati.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, MoU ini sebagai tanda komitmen pihak swasta dan Pelindo membangun kota baru yang ada di wilayah Coastal Area. Sehingga, bisa sejalan dengan program Pemerintah membangun daerah yang secara otomatis efek dominonya akan dirasakan masyarakat sekitarnya.

”Ke depan kota baru akan lebih megah. Dengan investasi yang cukup besar, paling penting adalah ekonomi kerakyatan tumbuh secara drastis,” ungkapnya.

Sedangkan PT JAK Jhon Kennedy mengungkapkan, tahap awal ini untuk pembangunan terminal Ferry International yang memadai dengan wilayah yang cukup luas. Seiring dengan perkembangan perkotaan yang sudah berkembang pesat, sehingga sangat perlu pembangunan fasilitas publik yang lebih modern salah satunya terminal Ferry International.

”Terminal Ferry yang dibangun nanti sebagai gerbang masuknya kota Karimun. Dan akan dibangun fasilitas pendukung disekitar terminal tersebut. Sehingga, bisa merubah wajah Karimun ketika masuk, seperti kota-kota besar lainnya yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Nilai investasi yang ditanamkan pada proyek ini mencapai Rp 1,5 Triliun. Dengan perencanaan pembangunan tahap pertama untuk terminal akan diperkirakan membutuhkan waktu mencapai 2 tahun ke depan. Selanjutnya, akan dibangun fasilitas pendukung lainnya secara modern.

” Sekarang sudah pematangan lahan. Kita perkirakan pertengahan tahun akan dimulai pembangunan,” jelasnya.

Ditempat yang sama Direktur Bisnis PT Pelindo I Medan Saputra S memaparkan, bahwa pihaknya siap bekerjasama dalam proses pembangunan terminal. Dirinya, hanya berharapkan tentang perizinan karena Pelindo sebagai operator sedangkan KSOP berfungsi sebagai regulator saja.

” Kami ini sebagai operator. Jadi, dalam perizinan ada ditangan KSOP. Artinya, pembangunan di pesisir harus mempunyai perizinan yang cepat dalam prosesnya,” singkatnya.

Sementara Asisten I Pemerintah Provinsi Kepri Syamsul Bahri mengungkapkan, bahwa kota Karimun ini menghadap pantai dan pulau-pulau. Pembangunan kota baru di Karimun harus didukung semua pihak. Secara umum di Provinsi Kepri sudah dibahas oleh Pemerintah Pusat, daerah mana saja yang diprioritaskan pembangunan.

”Salah satunya kota Karimun ini. Kita (Pemprov Kepri-red) sangat mendukung keberadaan kota Baru yang lokasinya cukup strategis,” ucapnya.(tri)

Respon Anda?

komentar