batampos.co.id – Keluarnya Peraturan Kepala BP Batam Nomor 17 Tahun 2016 tentang tarif labuh jangkar ternyata menggagu stabilitas kapal yang datang ke perairan Batam. Persoalan tersebut dikeluhkan Lisa, Direktur PT Bias Delta Pratama selaku perusahaan yang mengantongi izin untuk mengelola labuh jangkar dikawasan Galang.

“Naiknya cukup fantastis, tentu kenaikan ini membuat kita sulit untuk berkompetitif dengan Singapura, Malaysia dan Fietnam,” ujar Lisa.

Lisa berharap, persoalan kewenangan ini segera tuntas. Ia mendukung apabila labuh jangkar dikelola penuh oleh Pemprov Kepri. Karena untuk menata pengelolaan labuh jangkar memang harus ada kepastian hukum yang jelas. Diungkapkannya, banyak pemilik kapal yang ingin meninggalkan perairan Batam, karenan tidak jelasnya regulasi terkait labuh jangkar ini.

“Ada rencana 30 kapal yang akan masuk Batam, tetapi mendengar adanya kenaikan yang tinggi ditetapkan oleh BP Batam, kapal-kapal tersebut enggan masuk Batam,” ungkap Lisa

Sementara itu, Staf BP Batam, Asroni Harahap mengatakan terkait Perka tersebut, dirinya tidak mau menaggapi hal itu, sebab permasalahan itu sudah dibahas dalam Forum Group Discusion (FGD) yang digelar dua pekan lalu antara pengelola labuh jangkar dan BP Batam. Keputusan tersebut juga lintas Kementerian, bukan keputusan mutlak BP Batam.

“Bahkan Kepala BP Batam Pak Hatanto sudah menjawab keluhan dan keberatan pengelola tersebut. Namun saya akan jelaskan lagi bahwa kebijakan kenaikan tarif itu sudah sepengetahuan Kemenhub, Kemenkeu dan tidak mungkin BP Batam mengambil kebijakan sendiri,” jelasnya.

Dia juga menegaskan bahwa sejak tahun 2009 lalu BP Batam tidak pernah merevisi tarif tersebut, sehingga BP Batam melakukan penyesuaian dengan tarif yang berlaku di pasar internasional dan terkait kenaikan itu sudah disetujui dua kementerian.

“Bahkan sejak tahun 2012 lalu sudah dikonsultasikan keniakan tarif itu dan sudah disosialisasikan kepada pengelola labuh jangkar itu. Dan yang protes terkiat itu hanya orang itu saja, sementara yang lain tidak mengeluhkannya,” jelasnya lagi.(jpg)

Respon Anda?

komentar