ilustrasi

batampos.co.id – Pembunuhan siswa SMA Taruna Nusantara Krisna Wahyu Nurachmad menyita perhatian publik.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono langsung turun ke lokasi kejadian.

Siswa berusia 15 tahun, pelajar kelas X SMA favorit itu ditemukan tewas mengenaskan di tempat tidurnya di barak atau graha no 17, komplek sekolahnya.

Korban ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 04.00. Ketika ditemukan, korban terbaring di tempat tidurnya. Darah segar mengalir dari luka sayatan sepanjang 10 sentimeter di lehernya. Orang pertama yang melihat korban adalah Riyanto, pamong graha. Saat itu dia hendak membangunkan siswa untuk salat Subuh.

Polisi yang mendapat laporan dari pihak sekolah bergegas mengolah tempat kejadian perkara (TKP). Kirono pun menegaskan, korban meninggal karena dibunuh.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan pelakunya. Di sisi lain, sejumlah barang bukti sudah dikantongi. Di antaranya, pisau dapur, baju dan celana bernoda darah, serta rekaman CCTV.

”Dari olah TKP, kami temukan pisau yang diduga dipakai untuk membunuh. Pisau itu dibuang ke kamar mandi. Kami juga menemukan beberapa baju dan celana dengan percikan darah yang diduga milik pelaku. Baju dan celana sudah dibuang ke bak sampah,” kata Kirono.

Internal orang tua siswa SMA Taruna Nusantara menyebutkan, pelaku adalah rekan korban sendiri. Sebab, baju dan celana dengan percikan darah itu diketahui milik rekan korban.

Kepala Humas SMA Taruna Nusantara Cecep Iskandar yang mewakili lembaga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Dia menyebutkan, segala hal terkait kasus tersebut sedang diusut pihak kepolisian.

”Sudah ditangani Polres Magelang,” katanya.

Pengurus SMA TN pun mengambil sejumlah langkah untuk mencegah terulangnya kasus itu. Terutama demi menjaga dan melindungi siswa lainnya. Saat ini, seluruh siswa mengikuti kegiatan belajar-mengajar di kelas bersama pamong-pamong terkait. ”Kami pastikan seluruh siswa dalam keadaan aman dan terjaga penuh,” tuturnya. (vie/isk/c18/ami)

Respon Anda?

komentar