Lantamal IV, Lantamal Berprestasi

713
Tim WFQR mengamankan KM Kawarane 3, yang bermuatan BBM ilegal sekitar 290 ton di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Jumat (24/3). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Tanjungpinang mencatat selama 9 bulan terakhir mampu menangkap 28 kapal ilegal yang melintas di perairan Kepri dan Selat Malaka.

Kepala Dinas Hukum Lantamal IV Tanjungpinang, Letkol Fenny Akwan mengatakan, bahwa dari priode Juli 2016 hingga Maret 2017 ini, pihaknya telah menangani sebanyak 28 perkara.  Ke-28 perkara tersebut terdiri dari pelanggaran Undang-Undang Pelayaran, Penyelundupan dan lainnya.

“Sampai saat ini sudah 28 perkara yang ditangani, namun yang ada saat ini tersisa 22 perkara atau 22 kapal yang masih di dermaga ini. 12 kapal sudah masuk dalam tahap P-21, dua kapal P-19, putusan sudah 7 perkara dan masih dalam penyidikan ada 7 perkara,” ujar Letkol Fenny Akwan.

Akan tetapi, kata Fenny, dalam menyelesaikan perkara pihaknya juga mengalami kendala sehingga mandeknya proses persidangan di Pengadilan Negeri.

Hal itu disebabkan karena adanya permintaan Jaksa untuk menghadirkan ahli pelayaran dalam menyelesaikan perkara tindak pidana pelayaran tersebut.

“Kami akan terus berupaya memercepat proses penyelesaian kasus tindak pidana pelayaran yang terjadi di Lantamal IV Tanjungpinang. Sebab, kami terus berkomitmen untuk menyelesaikan semua perkara yang sedang ditangani ini, ke 28 kapal dan perkara ini hanya di Lantamal IV, belum termasuk di Lanal lainnya,” pungkasnya. (ias/iil/JPG)

Respon Anda?

komentar