Sudah seminggu ini harga sayur di Tanjungpinang mulai turun. Kondisi ini banyak dimanfaatkan konsumen membeli sayur dalam jumlah yang lebih banyak. F.Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Naik-turunnya harga bahan pangan di pasar kerap membuat jadi pertimbangan sebagian besar keluarga ketika berbelanja. Ketika harga suatu bahan pangan sedang naik, mereka cenderung menunda kendati selera makan sudah di ujung lidah.

Termasuk juga harga sayuran. Ketika beberapa jenis sayur masih berada di harga tinggi, beberapa keluarga menahan keinginan mengonsumsinya. Tapi jangan gusar. Pasalnya, sudah selama seminggu terakhir di Pasar Baru Tanjungpinang, harga sayur sudah turun. Ini menjadi saat paling tepat memuaskan hasrat makan sayur.

“Semua (harga) sayur turun seminggu ini,” kata Darman, seorang pedagang di pasar, kemarin.

Kangkung, misalnya. Pada awal Maret lalu, harga sekilogramnya bisa mencapai Rp 12 ribu. Harga ini diketahui cukup tinggi jika menilik harga ketika di hari normal. Syukur, seminggu ini harganya sudah kembali stabil di angka Rp 6 ribu.

Hal yang sama terjadi di sayur hijau lain semisal bayam dan sawi. Sepekan terakhir harganya sama dengan kangkung. Hal itu membuat dua sayur ini cepat ludes dalam waktu sekejap.

Darman menjelaskan turunnya harga komoditas sayur ini lantaran telah tiba puncak masa panen bagi petani. Terlebih lagi untuk komoditas sayur, dipasok oleh petani lokal. Sehingga kuota yang melimpah dapat didistribusikan dengan baik dan lancar ke pasar-pasar yang ada.

Aminah, ibu rumah tangga yang sedang berbelanja, menuturkan, sudah tiga hari ini memasak sayur-sayur hijau di rumahnya. Selain karena suami dan anak-anaknya suka, juga karena harga sedang bersahabat dengan dompet.

“Paling senang kalau harga sedang murah seperti ini. Jadi bisa macam-macam belanja sayurnya,” ungkapnya. (aya)

Advertisement
loading...