batampos.co.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Batam menata kawasan bisnis Bumi Indah, Nagoya dengan ornamen Melayu tidak menghapus konsep lama kawasan yang lazim disebut China Town Batam.

“Apa yang kita pasang (tata) harus seirama dengan yang lama. Ornamen Melayu ditonjolkan karena kita berada di bumi Melayu,” kata Kepala Dinas Cipta Karya, Suhar, Rabu (5/4) pagi.

Untuk menampung pendapat berbagai pihak, Pemko Batam akan menggelar Focus Group Discussion (FGD). Melalui diskusi, semua pendapat akan didengar untuk dipertimbangkan. “Banyak masukan lebih baik,” sebutnya.
Karena rencana tersebut masih pada tahap lelang Detail Engineering Design (DED), Suhar tak ingin bicara banyak soal substansi program penataan itu. Hanya saja, keinginan Pemko Batam ini sudah dikomunikasikan dengan pemilik toko di kawasan Komplek Bumi Indah. “Mereka oke saja,” aku Suhar, yakin.

Suhar mengaku rencana ini sudah sering disampaikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dalam setiap kesempatan sosialisasi program daerah. Rencana ini juga masuk dalam Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). Hanya saja suhar lupa kapan RTBL tersebut disusun dan masuk dalam RTBL Koridor 1 Nagoya.

“Beberapa bulan ini kita mantapkan. Kita lebih baik matangkan konsep agar lancar tahun 2018 mendatang,” ujarnya.

Pemerintah sengaja memilih Nagoya untuk dikembangkan, karena sejak dulu menjadi pusat bisnis Batam. Dengan menata kawasan tersebut lebih indah dan nyaman, diharapkan wisatawan akan berbondong-bondong ke Batam. “Dipilih Nagoya-Jodoh, karena daerah bisnis di situ, bagaimanapun wisatawan pasti akan ke sana. Ini upaya menggairahkan pariwisata,” ucapnya.

Untuk diketahui, Pemko Batam akan menata kawasan tersebut jadi kawasan belanja dipadu pariwisata. Ke depan, wisatawan lokal maupun mancanegara yang akan belanja akan aman, karena lokasi tersebut bebas kendaraan. Tak ketinggalan kawasan ini akan diperindah lampu hias.

Tak hanya itu, sebelumnya Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan di kawasan ini juga bakal ada yang jual barang-barang khas Batam, atau barang khas Melayu secara umum. “Yang mau cari barang khas Batam atau Melayu ada juga nanti,” terang Rudi. ***

Respon Anda?

komentar