batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mengirim utusan ke Jakarta untuk mengambil blanko KTP elektronik atau e-KTP. Sikap ini diambil karena Pemko Batam mendapat informasi blanko e-KTP kini telah tersedia. “Kami akan terapkan jemput ‘bola’. Akan kita lakukan segera,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemko Batam, Ardiwinata, Kamis (6/4) di Batamcenter.

Namun demikian, Ardi mengatakan, Pemko Batam belum memastikan berapa blanko yang akan diminta. Yang jelas, menurut Ardi, kini lebih kurang ada 100 ribu lebih permohonan pembuatan e-KTP yang masuk ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)  Kota Batam. “Kita harap dapat banyak,” ucapnya.

Sebagai pengganti e-KTP pemerintah mengeluarkan surat pengganti sementara. Terhitung sejak September 2016 lalu, Disdukcapil Kota Batam telah menertibkan sekitar 11 ribu surat sementara pengganti e-KTP. Surat keterangan ini merupakan cara sementara pemerintah di tengah kosongnya blanko.

“Dalam sehari, surat keterangan ini kami keluarkan 300 hingga 500 berkas. Total kalau terhitung Januari, 8 ribu berkas,” kata Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidhar.

Dia menuturkan, surat keterangan ini berlaku hingga enam bulan sejak dikeluarkan. Hingga blanko e-KTP keluar atau tersedia, secara otomatis surat tersebut tidak lagi berfungsi.

“Kami tidak tarik kembali, otomatis saja (surat keterangan) tidak berlaku,” tambahnya.

Menurutnya, sebelumnya untuk mendapatakn surat ini masyarakat harus menunggu maksimal 14 hari kerja. Namun kini, pihaknya telah memperpendek waktunya hingga enam hari.

“Perbaikan akan terus dilakukan. Bisa saja nanti tiga hari setelah diajukan, bisa keluar suratnya,” ujarnya.

Dia menegaskan surat tersebut sah. Mensosialisasikan keabsahan surat ini, pihaknya telah bersurat ke berbagai instansi pelayanan publik, bank-bank hingga perusahaan. “Ini dilakuakn agar tak menemui hambatan. Sementara, kita hanya bisa berbuat seperti ini,” ucapnya.

Pihaknya, meminta masyarakat bersabar. Pasalnya pemerintah juga tidak ingin hal ini terjadi. Untuk itu dia berharap lelang blangko eKTP di pemerintah pusat berjalan dengan lancar.

“Supaya semuanya berjalan lancar,” harapnya. Terkait penumpukan berkas, dia menyebutkan hingga belum tersediannya blangko penumpukan akan terus terjadi. “Sejak September ada 110.000 berkas yang menunggu blangko ini,” katanya. (cr13)

Respon Anda?

komentar