Nyangnyang: Trans Laut Harus Tepat Sasaran

70
Nyanyang Haris Pratamura
foto: iman wachyudi / batampos

batampos.co.id – Rencana Pemko Batam untuk membangun Trans Laut diharapkan tepat sasaran. DPRD meminta, pembangunan Trans Laut yang direncanakan Dinas Perhubungan (Dishub) itu benar-benar mempertimbangkan dari segi fungsi dan masterplan yang ada.

Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyangnyang Harris Pratamura mengatakan, Pemko harus belajar dari kegalalan pembangunan Pelabuhan Sijantung yang kurang perencanaan. Harus ada persiapan sebaik mungkin, agar ke depan kegagalan sebelumnya tak terulang lagi.

“Pada intinya kita mendukung rencana pembangunan ini. Harus jelas tujuan dan maksud pembangunannya,” kata Nyanyang, kemarin.

Ia mengaku, mubazir bila pembangunan yang memakan waktu 10-15 tahun malah tidak sesuai masterplannya.

“Alangkah baik kalau uangnya dipakai untuk pembangunan yang lebih banyak manfaatnya,” tuturnya.

Politisi Gerindra itu tak ingin pemerintah membangun pelabuhan namun tak terpakai nantinya.

“Juga harus disesuaikan dengan kemampuan daerah. Tahun kemarin kita defisit, tahun ini kebutuhan kita juga tinggi, dan realisasinya tidak ada,” jelasnya.

Ia menilai, pembangunan dipilah sesuai priorias. Selain itu pemerintah kota dan DPRD sebagai lembaga legislatif harus kuat mencari dukungan dari pemerintah pusat.

“Kan sayang, ketika perencanaan sudah bagus, namun terkendala anggaran,” lanjutnya.

Terkait pembangunan trans laut ini, Nyanyang mengaku belum sampai ke tangan DPRD. Hanya saja, ada kabar dari Dishub Batam, kalau Batam mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat, untuk membangun dua dermaga.

“Kalau hanya mengandalkan anggaran sendiri (APBD Kota 2017), jelas tak cukup. Makanya harus dipertegas dulu anggarannya. Apa murni APBD atau dibantu APBN,” jelas Nyangnyang.

Sebelumnya, Pemko Batam pernah membangun pelabuhan Sijantung, Galang. Nominal pembangunan ini, diperkirakan mencapai Rp 17,3 miliar. Ditargetkan, pelabuhan itu akan dimanfaatkan untuk memperpendek jalur pelayaran, Batam-Lingga. Sehingga, hasil produksi pertanian Kabupaten Lingga, bisa dipasarkan di Batam. Namun kini pelabuhan itu tidak berfungsi dengan baik. (rng)

Respon Anda?

komentar