batampos.co.id – Penambang Pompong Pelantar I, Sugiono alias Greng ,57, ditemukan tewas di dalam pompongnya yang hanyut terbawa arus di depan Perairan Kampung Bugis, Kamis (6/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Tewasnya bapak tiga anak itu diduga akibat terserang penyakit angin duduk.
Informasi di lapangan, sebelum ditemukan tewas, korban sempat berkumpul bersama rekan sesama penambang pompong di Pelantar 1 Tanjungpinang. Disana korban bercerita kepada rekan-rekannya bahwa sedang mengalami sakit dibagian perut dan pinggang. Beberapa jam berkumpul, korban pamit untuk mengantarkan penumpangnya ke Kampung Bugis.
Berselang setengah jam kemudian korban kembali ke Pelantar 1. Namun disaat korban hendak menambatkan pompong secara mendadak penyakit angin duduk menyerangnya sehingga korban tewas ditempat. Akibat pompong tersebut belum sempat diikat tali ke tiang pancang, pompong itupun hanyut bersama korban hingga ditemukan rekannya ditengah perairan antara Kampung Bugis dan Pelantar 1.
“Ketika kami mengantarkan penumpang melihat ada pompong tanpa awak yang hanyut ditengah laut. Saat didekati ternyata pemiliknya sudah meninggal dunia didalam pompongnya sendiri,” ujar Usup, rekan korban yang pertama kali menemukan korban, Jumat (7/4).
Usup mengaku sangat terkejut melihat rekannya sudah terbujur kaku didalam pompongnya sendiri. Bahkan yang membuat dia tak menyangka, tak satupun orang yang mengetahui kematian rekannya. Sehingga pompong yang ditempati korban terombang ambing sampai ketengah laut.
Melihat kejadian itu, Usup langsung melaporkan kepada pihak kepolisian agar jasad rekannya dievakuasi dan divisum. Selanjutnya polisi memulangkan jasad rekannya itu ke rumah duka di Senggarang, RT 1 dan RW 4 tepatnya didepan Pabrik Kecap.
“Dari informasi korban meninggal dunia akibat angin duduk. Saat itu juga korban dipulangkan ke rumah duka di Senggarang. Keesokan harinya, Jumat (7/4) ba’ada Zuhur korban dikebumikan di TPU Senggarang,” bebernya.
Sementara itu, Kapolsek Tanjungpinang Kota, AKP Edi Supandi membenarkan adanya penemuan penambang pompong yang tewas di perairan. Namun untuk penanganannya bukan kewenangan polseknya melainkan ditangan Polair Polres Tanjungpinang.
“Karena TKP di wilayah perairan maka yang tangani Polair Polres Tanjungpinang. Kita hanya dapat laporannya saja,” katanya.
Dari laporan yang diterima, kata Edi tewasnya penambang pompong itu murni akibat penyakit yang diderita. Sebab dari hasil visum, tim medis tidak menemukan adanya tindakan kekerasan diseluruh bagian tubuh korban.
Usai divisum, lanjut Edi jasad korban dibawa ke rumah duka di Senggarang RT 1 dan RW 4. Atas persetujuan dari pihak keluarga, jasad korban dikebumikan di TPU Senggarang.
“Jadi kematian korban bukan karena kekerasan melainkan murni akibat sakit. Dan korbanpun sudah dimakamkan di TPU Senggarang,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar