Ilustrasi, seorang guru sedang mengajar murid SD. foto:dok

batampos.co.id – Empat bulan upah guru honorer di Kota Batam belum dibayarkan,

Mereka harus menunggu entah sampai kapan upah mereka bisa cair.

Sebab, pembayaran gaji mereka dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak bisa serta merta dibayarkan, karena harus menunggu pengangkatan bendahara dana BOS dari Wali Kota. Selama ini Bendahara itu cukup ditunjuk oleh kepala sekolah.

Anggota Komisi IV DPRD Batam, Riky Indrakari mengatakan, pengangkatan bendahara dana BOS di masing-masing sekolah oleh Wali Kota. Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 11 Tahun 2017 tentang petunjuk teknis penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, serta pertanggungjawaban dana BOS pendidikan negeri oleh pemerintah daerah pada APBD.

“Kalau dulu bendahara dana BOS ditunjuk kepala sekolah. Sekarang, sesuai SE Mendagri itu, bendahara diangkat kepala daerah (Wali Kota),” kata Riky.

Riki menilai Pemerintah Kota (Pemko) Batam terlambat mengantisipasi lahirnya aturan baru tentang pengangkatan bendahara dana BOS. Sehingga dana BOS yang telah turun dari pemerintah pusat belum bisa dicairkan.

“Kami tak tahu dimana keterlambatannya. Apakah Pemko terlambat menerima salinan surat edaran dimaksud atau pada proses administrasi surat itu sendiri,” sambung politikus PKS itu.

Atas munculnya aturan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini mengakibatkan dilema di pemerintah daerah.

“Ini yang saya yakin tak mudah bagi seorang Wali Kota Batam untuk menunjuk dan mengakat masing-masing bendahara dana BOS di sekolah. Sebab ada konsekuensi hukum yang akan berlaku nantinya,” sebut Riky.

Namun, dia berharap Wali Kota Batam dapat mencarikan solusi untuk memenuhi pembayaran honor guru non PNS yang berjumlah sekitar 200 orang tersebut.

Apalagi, dana sekolah yang terbatas, membuat kepala sekolah mencari talangan untuk memenuhi penggajian guru non PNS yang upahnya bersumber dari 30 persen maksimal yang dibolehkan dari total dana BOS di masing-masing sekolah. Disebutkannya, nilai honorer yang diterima guru honorer tersebut adalah untuk menyambung hidup dengan sesuap nasi. (rng/cr18/she/ii/JPG)

Respon Anda?

komentar