ilustrasi

batampos.co.id – BP Batam mengungkapkan ada dua faktor penyebab anjloknya  perekonomian di Batam yakni eksternal dan internal.

Permasalahan eksternal karena lesunya perekonomian dunia. Batam yang bertumpu pada ekskpor, mendapat imbas langsung dari hal ini.

“Ke depan kami berharap ekonomi dunia bisa segera pulih,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andi Antono, Sabtu (8/4).

Dengan kembali tumbuhnya ekonomi dunia, maka industri Batam dengan sendirinya akan terdongkrak naik. Andi menjelaskan bahwa permasalahan internal yang melanda Batam adalah terkait kebijakan.

“Peraturan yang menghambat investasi,” ucapnya.

Namun hal ini sudah diatasi BP Batam, dengan meluncurkan program 123j dan KLIK. Sehingga memudahkan investor dalam berinvestasi.

“Permasalahan lain yakni iklim investasi yang kurang kondusif, kondisi sosial dan politik dan demo juga,” tuturnya.

Tak hanya itu, Andi mengungkapkan kelangkaan lahan juga menjadi salah satu faktor penghambat. Dimana saat ini banyak lahan-lahan tidur yang dikuasai oleh para penguasa, tapi tak dimanfaatkan untuk kepentingan investasi.

Untuk mengairakan kembali perekonomian itu, Andi merasa perlu adanya sinkronisasi peraturan antara pemerintah yang ada di Batam. Ia juga mengajak semua orang untuk menciptakan suasana positif, agar iklim investasi menjadi kondusif.

“Keamanan, mengkedapakan dialog bukan demo. Meningkatkan skill dan produktivitas pekerja,” ucapnya.

Dan satu hal yang paling penting disebut oleh Andi yakni, pembenahan lahan tidur di Batam. Supaya ke depan tak ada lagi investor yang mengeluh, tak adanya ketersedian lahan di Batam.

Ke depannya, kata Andi pihaknya juga lebih fokus menggaet industri yang padat teknologi (Hi tech). Sehingga dalam jangka panjang dapat memberikan nilai tambah yang tinggi bagi perekonomian. (ska)

Respon Anda?

komentar