batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun baru saja menekan SK kenaikan tarif listrik di Batam. Bulan ini masyarakat akan membayar lebih sebagai akibat dari kebijakan tersebut.

Harusnya, kenaikan itu menurut anggota Komisi I DPRD Batam Helmy Hemilton disertai dengan perbaikan pelayanan kepada masyarakat. “Tapi faktanya apa. Sejak tadi (9/4/2017) listrik padam di sejumlah wilayah di Batam. Artinya bahwa PLN tak juga memperbaiki pelayanan seperti yang dijanjikan,” ujar Helmy Hemilton pagi tadi.

Menurut politikus Partai Demokrat ini, salah satu alasan PLN Batam meminta gubernur menaikan tarif listrik untuk keandalan dan peningkatan pelayanan. Ia mengaku banyak masyarakat mengeluhkan kenaikan tarif tersebut bahkan mereka kecewa dengan pemadaman tak terjadwal seperti ini.

Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Helmy Hemilton. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

“Sejak awal kami sudah menolak kenaikan ini karena pelayanan PLN Batam belum maksimal tapi ingin tarif yang maksimal,” katanya.

Pantauan batampos.co.id, listrik telah padam sejak pukul 09.15 WIB. Daerah Tiban, Bengkong, Tembesi, Batamcenter mati lampu. “Kami mau ibadah (gereja) malah mati lampu,” keluh Yacob, salah satu warga Tiban di gereja GPIB Zebulon. Pihak PLN belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini diposting. (spt)

Respon Anda?

komentar