batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata Kepri Boeralimar menyatakan, helatan kepariwisataan yang dilaksanakan pemerintah kabupaten/kota maupun yang dilaksanakan langsung oleh Kementerian Pariwisata mesti melibatkan wisatawan asing dalam acara kegiatannya.

“Jadi mereka datang bukan cuma buat melihat, tapi ikut terlibat. Misalnya bisa saja mereka jadi peserta pada sebuah lomba kan,” kata Boeralimar, kemarin.

Hal itu akan coba diwujudkan pada helatan Festival Pulau Penyengat yang akan dimulai pada bulan depan. Boeralimar menyebutkan, akan melibatkan 100 wisatawan asing dari negeri jiran pada festival yang kali kedua digelar tersebut. “Rencananya 100 turis itu datang dari Malaysia, Singapura, dan Thailand,” ujarnya.

Boeralimar menilai, promosi gencar dan helatan kegiatan kepariwisataan adalah dua sisi mata pisau tak terpisahkan dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri. Hal ini yang kemudian dijadikan tolok ukur dalam menyusun kerangka program kepariwisataan pada tahun ini.

Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Pepy Candra menyambut baik inovasi-inovasi yang akan diterapkan pada festival yang pada 2016 silam ini dihelat lewat bantuan pembiayaan dari Kementerian Pariwisata dan dilangsungkan berhari-hari itu berhasil menjadi daya pikat wisatawan berdatangan.

“Luar biasa ramainya tahun kemarin. Kalau bisa di tahun 2017 ini kesemarakan Festival Pulau Penyengat bisa juga lebih banyak mendatangkan wisatawan mancanegara,” kata Pepy.

Karena itu yang perlu disiapkan, kata Pepy, adalah melakukan promosi sejak dini. Walau memang baru akan dilangsungkan berbulan-bulan ke depan, promosi Festival Pulau Penyengat semestinya sudah bisa disebarkan, kalau perlu sampai ke luar negeri.

Menurut politisi perempuan ini, era teknologi kini bukanlah hal yang sulit dan mahal untuk melakukan promosi kepariwisataan. Ada media sosial yang, kata Pepy, bisa menggaungkan Festival Pulau Penyengat sampai ke penjuru dunia.

“Kan gampang saja. Lekas bikin e-flyer Festival Pulau Penyengat, diterangkan kegiatannya apa-apa saja, lalu di-upload ke media sosial milik Dinas Pariwisata, beres. Orang dari Brazil pun bisa tahu kalau Tanjungpinang punya Festival Pulau Penyengat itu,” kata Pepy antusias.

Pepy menambahkan, Komisi II DPRD Tanjungpinang memang mendorong Pemko agar lebih giat lagi mengedepankan program-program kepariwisataan. Hal ini ditengarai sebagai upaya kian menarik minat wisatawan dalam dan luar negeri untuk berwisata ke Tanjungpinang. Sehingga selain semakin membuat Tanjungpinang semakin kesohor, juga ada perputaran uang juga yang dibawa para wisatawan itu ke ibu kota Provinsi Kepri.

“Kalau pariwisata Tanjungpinang ini maju, pasti juga akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah juga. Itu tujuan utamanya,” ungkap politisi dari Partai Demokrat ini. (aya)

Respon Anda?

komentar