Seorang wanita melakukan perekaman E-KTP. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah mendistribusikan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) ke sejumlah daerah, termasuk Kota Batam. Hanya saja, belum semua warga yang sudah melakukan perekaman bisa segera mendapatkan kartu identitas kependudukan tersebut, sebab Kemendagri hanya mendistribusikan 10 ribu blanko.

Padahal, sesuai data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk-Capil) Kota Batam, terdapat 77.608 orang yang masuk dalam daftar tunggu. Untuk itu, pada tahap awal ini, warga yang segera mengantongi e-KTP, mereka yang sudah melakukan perekaman dari 16 September hingga 16 Oktober 2016.

“Alhamdulillah, hari ini (kemarin, red) kita mendapat 10 ribu keping,” kata Kepala Disduk-Capil Kota Batam, Said Khaidar, Senin (10/4/2017).

Said menyebutkan, jumlah blanko yang dikirimkan memang belum bisa memenuhi pengajuan e-KTP yang telah siap cetak. Untuk itu, masing -masing kecamatan mendapatkan jumlah yang berbeda-beda sesuai dengan jumlah perekaman yang masuk selama satu bulan tersebut. Kecamatan Belakangpadang mendapatkan 57 keping blanko, Batuampar 563 keping, Sekupang 1.094 keping, Nongsa 340 keping, Bulang 97 keping, Lubukbaja 839 keping, Seibeduk 496 keping, Galang 113 keping, Bengkong 983 keping, Batamkota 1.676 keping, Sagulung 1.159 keping, dan Batuaji 1.114 keping.

“Kita utamakan yang daftar satu bulan itu dulu, termasuk pemula karena mereka butuh untuk melanjutkan pendidikan,” ujar Said.

Said menambahkan, pencetakan e-KTP dilakukan di dual tempat, yakni di kecamatan dan di Kantor Disdukcapil. Mereka yang pemula dan warga hinterland akan dilayani di Kantor Disdukcapil, sedangkan yang umum di kantor kecamatan.
Dia menargetkan pencetakan e-KTP akan diselesaikan dalam waktu satu minggu ke depan. Sebab, kemampuan alat pencetak e-KTP, setiap harinya alat bisa mencetak 120 e-KTP. “Sekarang kami punya sembilan alat tersebar di kecamatan, dan dua alat di Disduk. Petugas juga siap lembur untuk menyelesaikan pencetakan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengimbau kepada warga yang belum dicetak e-KTP-nya diminta untuk bersabar. Pencetakan ini berdasarkan data pengajuan yang lebih dahulu masuk. “Jangan sampai nanti datang beramai-ramai ke kecamatan, sedangkan blanko kita masih terbatas. Jadi harap bersabar hingga kedatangan blanko periode kedua,” kata Amsakar.

Amsakar menyebutkan, untuk mengatasi permasalahan kekurangan blanko e-KTP ini, pihaknya akan segera mengirim Kadisduk dan salah satu camat terkait permintaan tambahan blanko. “Kita intinya jemput bola, agar semua permasalahan pengajuan yang masih menumpuk ini bisa terselesaikan,” ungkapnya.

Terpisah, Camat Batuaji, Friedkalter menyebutkan jatah blanko e-KTP untuk wilayahnya hanya 1.114 saja. “Jumlahnya hanya 1.114 saja yang kami dapatkan dan kami siap mencetaknya dalam minggu ini,” jelasnya kemarin.
Dia mengatakan, bagi warga yang melakukan perekaman setelah Oktober harus bersabar dulu. “Kami prioritaskan bagi yang sudah lama melakukan perekaman dan yang belum memiliki KTP,” kata Friedkalter. Saat ini, penumpukkan data pemohon pembuat e-KTP sudah hampir 10 ribu. “Jatahnya hanya segitu, mau tak mau harus bersabar,” ungkapnya.

Sementara itu, Darti salah satu warga Batuaji yang telah melakukan perekaman sejak November 2016 mengaku kecewa mendengar e-KTP hanya dicetak bagi yang sudah melakukan perekaman di bulan September dan Oktober. “Padahal sudah lama saya rekam. Masa harus tunggu lagi,” kata Darti. (cr17/cr19/eja/ska/cr1)

Respon Anda?

komentar