batampos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memfasilitasi pesertanya yang ingin memiliki rumah. Pihak BPJS akan memberikan bantuan berupa tambahan uang muka, proses KPR di bank, hingga renovasi rumah.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang, Mangasi Sormin mengatakan, pihaknya mendukung program sejuta rumah dari pemerintah. Dimana ada program dari manfaat layanan tambahan (MLT) BPJS khusus untuk peserta yang ingin memiliki rumah. “Beberapa waktu lalu kita sudah sosialisasikan program ini ke 160 perusahaan di Batam. Sosialisasi tentang MLT ini,” kata Sormin di Batamcenter, Senin (10/4/2017).

Program ini sebelumnya sudah pernah ada, namun berhenti. Dan kini pihaknya kembali memulai program tersebut untuk membantu peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan rumah. Bantuan yang diberikan berupa pembayaran uang muka rumah maksimal Rp 20 juta, proses pinjaman KPR khusus di Bank BTN dengan bunga 7,75 persen, kemudian untuk biaya renovasi rumah.“Nah, peserta bisa memilih satu di antara tiga MLT yang kita berikan. Bank untuk proses KPR sudah ditunjuk oleh pemerintah, yakni BTN, untuk bunga KPR lebih rendah dibanding proses normal,” jelas Sormin.

Program tersebut hanya berlaku untuk peserta yang belum memiliki rumah. Dengan harga rumah baru maksimal Rp 500 juta, sedangkan untuk biaya renovasi rumah Rp 50 juta. “Harus rumah pertama dan kondisinya masih baru, maksimal harga rumah untuk KPR Rp 500 juta. Kepesertaanya pun harus lebih dari satu tahun,” imbuhnya.

Menurut dia, program MLT itu bisa didapat peserta dengan cara mengajukan ke perusahaan tempatnya bekerja. Kemudian dari perusahaan mengajukan ke BPJS Ketenagakerjaan, yang dari BPJS Ketenagakerjaan akan langsung mengajukan ke bank.“Persyaratan teknis lainnya, perusahaan yang mengajukan itu tertib administrasi. Tak ada istilah DPS, maksudnya hanya mendaftarkan sebagian gaji dari karyawan. Harusnya Rp 10 juta, tapi yang dilaporkan Rp 5 juta,” jelas Sormin.

Disisi lain, Sormin tak menapik jika program itu akan lebih memprioritaskan peserta yang bekerja di perusahaan-perusahaan platinum. Sebab anggaran yang disiapkan untuk program tersebut terbatas. “Anggarannya memang kita belum tahu, namun pastinya terbatas. Jadi tak mungkin untuk semua peserta. Untuk prosedur lanjutan kita belum tahu, karena masih diatur,” tutup Sormin. (she)

Respon Anda?

komentar