batampos.co.id – Anggota DPRD Batam meminta pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tidak dinodai kecurangan. Sekolah dan siswa hendaknya menjaga integritas dan mengikuti ujian dengan kemampuan sendiri. Dinas Pendidikan harus mengambil tindakan tegas terhadap sekolah yang diketahui berbuat curang.

Udin P Sihaloho. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

“Kita berharap tak ada kecurangan. Karena dengan adanya kecurangan akan mempengaruhi kualitas,” kata Sekertaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P. Sihaloho, Senin (10/4/2017).

Menurut dia, jika kualitas sudah baik, Udin yakin persaingan untuk masuk dalam perguruan tinggi favorit, bisa berjalan dengan lancar. “Sejauh ini, kami belum terima mengenai kendala dalam ujian,” jelasnya.

Sementara mengenai UNBK di Batam, Udin masih pesimis semua bisa terakomodir. Pasalnya, kebutuhan infrastruktur untuk UNBK juga perlu diselaraskan di semua sekolah.

“Saya rasa belum semua (UNBK). Apalagi, dengan adanya mati lampu. Jadi agak was-was,” katanya.

Data dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud), jumlah peserta ujian tingkat SMA dan MA seluruh Indonesia, mencapai 1,8 juta siswa. 1.145.341 siswa (63,20 persen) menggunakan metode ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Sekitar 7.689 sekolah menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Dan sekitar 1.972 sekolah bergotongroyong dalam mengoptimalkan sumber daya dalam penyelenggaraan UNBK. (rng)

Respon Anda?

komentar