batampos.co.id – Dua oknum anggota TNI AD ditetapkan sebagai tersangka atas penembakan mobil ketua LAM Natuna, Wan Zawali. Mereka pun sudah ditahan oleh Subdenpom TNI AD di Natuna untuk proses hukum.

Kedua tersangka tersebut yakni Pratu AT dan Pratu LMR. Keduanya pun akan diberikan sanksi yang berat sesuai aturan yang berlaku.

Komandan Korem 033 Wira Pratama (WP) Brigjen TNI Fachri, mengatakan penetapan status tersangka dilakukan pihaknya sesuai dengan janjinya yang akan menuntaskan permasalahan penembakan tersebut.

“Ini bukti keseriusan saya untuk menuntaskan kasus ini. Memang pelakunya oknum TNI AD yang bertugas di Natuna. Mereka disana untuk menjaga alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang cukup banyak,” ujar Fachri, saat konfrensi pers di Gedung LAM Tanjungpinang, Senin (10/4).

Dikatakan Fachri, pihaknya sangat menyesalkan dan menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Penembakan sendiri merupakan salah sasaran. Hal tersebut diketahui dari pemeriksaan yang dilakukan pihaknya terhadap kedua pelaku.

“Berdasarkan keterangan tersangka dan saksi. Sasarannya adalah anak preman bernama Hanafi. Ini buntut dari kejadian pengeroyokan terhadap tersangka di Desa Sungai Hulu, (23/3) lalu,”kata Danrem.

Untuk itu, sambung Fachri, pihaknya atas nama TNI AD, meminta maaf atas kejadian yang dilakukan oknum anggotanya. Pihaknya pun akan menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran bagi jajaran TNI AD.

“Untuk kedua oknum tersangka tersebut. Akan dikenakan tindak pidana penyalahgunaan senjata api. Mereka pun akan diproses sesuai hukum yang berlaku dan sekarang telah diserahkan kepada penyidik dalam hal ini Polisi Militer untuk proses selanjutnya,” terang Fachri.

Sementara itu Ketua LAM Provinsi Kepri, Abdul Razak mengucapkan terima kasih kepada Komandan Korem, yang telah mengungkap kasus yang dialami ketua LAM Natuna tersebut sesuai janjinya.

“Saya selaku ketua mengucapkan banyak terima kasih kepada Danrem. Kami meminta kepada TNI AD agar segera menyelesaikan permasalahan tersebut dengan baik,” pungkasnya. (ias)

Respon Anda?

komentar