foto: ekliptika.files.wordpress.com

Tambora memiliki kaldera raksasa yang ada di Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT). Kaldera raksasa ini ialah bekas letusan gunung Tambora pascaletusan tahun 1815 lalu.

Nah kini, kaldera ini jadi ikon utama yang paling diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.

Silakan datang pada Festival Tambora Menyapa Dunia nanti pada 12-16 April 2017.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal menjelaskan, Kaldera raksasa ini memiliki nilai jual tersendiri lantaran tidak semua taman nasional memilikinya.

“Karena itu, tahun ini Kaldera Tambora akan dikembangkan sebagai destinasi wisata yang difokuskan untuk pendakian yang akan dekelola Taman Nasional Gunung Tambora,” ujar Faozal, Minggu (9/4/2017).

Kedepan, lanjut Faozal, TNGT juga akan mengembangkan atraksi wisata di empat jalur utama pendakian, yakni jalur pendakian Piong, Doro Ncanga, Kawinda Toi dan Pancasila.

“Dari empat jalur tersebut, dua jalur di antaranya dikonsep untuk wisatawan minat khusus murni petualangan, seperti di jalur pendakian Kawinda Toi dan Pancasila. Sementara untuk konsep pendakian happy funs dengan tidak mengurangi nilai adventure-nya akan dibuka di jalur Doro Ncanga dan Piong,” tambah Faozal.

“Jalur Piong ini memiliki karakteristik relatif datar, track medanya tidak terlalu berat dan bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat. Pengunjung hanya memerlukan waktu dua sampai tiga jam untuk bisa menikmati Kaldera Tambora. Juga bisa digunakan untuk wisata berkuda,” jelasnya.

Pengembangan konsep pendakian happy funs ini, sebut dia, semata-mata untuk mengakomodir keinginan wisatawan yang tidak mau menguras tenaga cukup banyak. Selain dua konsep ini juga akan ada pengembangan jalur pendakian berbasis masyarakat.

“Contoh yang di jalur Doro Ncanga nanti akan kita bentuk asosiasi usaha penyewaan mobil jeep, dibentuk kelompok. Kalau sekarang masih individu,” pungkas Faozal..

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai, wisata pendakian sangat menantang dan bakal mempopulerkan track Kaldera Tambora, yang memiliki sejuta pesona keindahan pariwisata. Di Tambora, mantan Dirut PT Telkom itu diwakili oleh Prof Ahman Sya, Deputi Kelembagaan dan SDM Kemenpar.

Di Dompu, Ahman Sya dan Kepala Badan Ekonomi Keeatif Triawan Munaf, disambut Bambang Bupati Dompu NTB sebelum lokasi acara Festival Tambora.

“Pendakian di Kalder Tambora ini cukup berat, tetapi bagi para pendaki dunia, ini sangat asyik dan penuh tantangan. Apalagi diberi pemandangan yang sangat indah,” ujar Menpar Arief Yahya, yang juga hobi mendaki gunung itu.

Menurut Data Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT), Jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) pada tahun 2016 30.847 orang. Wisman yang berkunjung ke TNGT didominasi Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Malaysia, Singapura, dan Perancis.

Jumlah wisman sepanjang tahun 2016 naik sebanyak 3.661 orang. Pada tahun 2012 wisman yang berkunjung ke TNGT sebanyak 10.956 orang dan tahun 2013 sebanyak 17.634 orang. Sedangkan tahun 2014 sebanyak 24.176 orang dan tahun 2015 sebanyak 27.186 orang. (*)

Respon Anda?

komentar