batampos.co.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tanjungpinang, Irianto mengatakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan data penduduk wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Tanjungpinang sebanyak 185 ribu jiwa. Namun dari total itu, sebesar 30 persen atau 63 ribu jiwa belum mendapatkan E-KTP .

“Dari data 2011-2016 tercatat 63 ribu penduduk Tanjungpinang belum memiliki E-KTP. Padahal mereka semua sudah melakukan perekaman,” ujar Irianto, kemarin.

Diceritakan Irianto, ada beberapa faktor yang menyebabkan mandeknya pencetakan E-KTP terhadap 63 ribu jiwa tersebut. Diantaranya akibat minimnya ketersediaan blanko dan keterbatasan fasilitas percetakan.

Khusus untuk blanko, kata Irianto Kemendagri hanya memberikan kuota kepada Tanjungpinang sebanyak 6 ribu blanko selama setahun. Maka dari 63 ribu jiwa penduduk yang tercatat belum memiliki E-KTP, hanya 6 ribu saja yang mendapatkannya. Sedangkan sisanya sebanyak 57 ribu lagi tak miliki E-KTP sampai 2018 mendatang.

Sedangkan untuk fasilitas percetakannya, lanjut Irianto hanya tersedia dua unit printer. Itupun salah satunya dalam kondisi bermasalah atau sering hidup dan mati. Sehingga hanya satu unit saja yang mampu beroperasi selama 24 jam.

“Hanya satu printer saja yang bisa dioperasikan maksimal. Dalam sehari printer itu mampu mencetak 70 E-KTP. Jadi dengan 6 ribu blanko itu bisa diselesaikan dalam waktu 3-4 bulan,” bebernya.

Disindir permasalahan lain dalam kepengurusan E-KTP, Irianto mengaku banyak menemukan kasus indetitas ganda dan salah nama dalam penerbitan E-KTP. Permasalahan penerbitaan E-KTP yang terjadi dari 2011-2016 tercatat sebanyak 820 kasus.

Agar permasalahan penerbitan E-KTP tidak terjadi lagi, sambung Irianto dirinya akan mengevaluasi kinerja pegawainya. Kemudian juga akan mengusulkan fasilitas pendukung lainnya melalui APBD 2018 mendatang.

“Dari hasil pemeriksaannya kasus E-KTP yang sering terjadi yaitu salah memasukan foto dan salah nama. Maksudnya indetitasnya benar tapi foto orang lain dan fotonya benar tapi namanya salah,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar