Disdik Prioritaskan Pemohon e-KTP Pemula

batampos.co.id – Pada tahap pertama ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk-Capil) Kota Batam hanya mendapat kuota 10 ribu blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dimana, sebanyak 1.441 lembar akan dialokasikan khusus untuk pemohon usia pemula atau usia 17 tahun.

“Pengiriman blanko tahap pertama ini, memang kami prioritaskan untuk mereka yang pemula, baik yang merekam dari September 2016 maupun yang mendaftar hingga Maret tahun ini,” kata Kepala Disduk-Capil Kota Batam, Said Khaidar, Selasa (11/4).

Pria yang baru menjabat Kepala Disduk-Capil Kota Batam sejak Februari 2017 lalu itu, beralasan kebanyakan pemula membutuhkan e-KTP karena ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Said menyebutkan, Kecamatan Sagulung merupakan kecamatan yang paling banyak pendaftar pemohon e-KTP pemula, yakni 736 pengajuan, disusul Batuaji 295 pemohon. “Kita harapkan Senin depan semua sudah tercetak,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Kecamatan Sekupang, Ripso mengatakan pencetakan e-KTP diutamakan mereka yang belum
pernah memiliki kartu indetitas kependudukan ini. Untuk Kecamatan Sekupang sendiri, mendapatkan blanko sebanyak 1.094 lembar, sedangkan yang masuk daftar antrean mencapai 10 ribu lebih pemohon.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menegaskan kepada seluruh instansi yang terlibat dengan pengurusan e-KTP untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik. “e-KTP ini rentan, dan saya harapkan tidak ada oknum yang mencoba memanfaatkan momen ini menjadi peluang uang,” tegasnya.

Dia mengatakan, karena blanko masih terbatas, pemerintah mengambil kebijakan mendahulukan yang pemula dan yang sudah mendaftar di bulan September hingga Oktober 2016 dulu.

Selain itu, Amsakar juga menyoroti keberadaan calo yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat. “Saya selalu pantau melalui media sosial. Jika tidak ada keluhan berarti langkah kita sukses. Ini yang kami coba pertahankan,” ujar pria yang akrab disapa Am ini.

Masalah percaloan seperti ini, lanjutnya, sudah bukan hal yang harus dibahas lagi. Jangan sampai ada pintu khusus lagi bagi mereka untuk memuluskan aksi percaloan ini. “Tadi (kemarin) saya sudah lihat, dan tidak ada lagi pintu khusus itu. Semua sudah terbuka. Dan saya apresiasi hal itu,” ucapnya. (cr17)

Respon Anda?

komentar