BATAM (BP)-  Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Yumasnur menyebutkan penyebab banjir di Batam juga karena banyak pipa melintang pada drainase. Letak pipa-pipa tersebut, membuat sampah tersangkut lalu menyumbat aliran air.

“Air jadi mudah meluap,” kata Yumasnur saat dihubungi, Selasa (11/4) siang.

Menurutnya, pipa yang melintas beragam dari pipa air milik PT Adhya Tirta Batam (ATB), pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) dan pipa-pipa lain. Menyikapi ini, pihaknya lantas bersurat ke pihak terkait.

“Kami suruh pindahkan pipanya agar tak ganggu aliran air. Surat resmi sudah kami sampaikan,” terangnya.

Dia mengaku, DBM SDA tidak punya data rinci berapa banyak drainase yang tersumbat karena pipa yang melintang. Namun tiap kali pihaknya turun selalu ada saja temuan masalah tersebut. “Tidak semua, tapi banyak. Ini lah yang bikin sampah mudah tersangkut itu,” katanya.

Dia mengatakan salah satu yang tersumbat karena pipa melintang adalah di gorong-gorong Perumahan MKGR Batuaji. Di lokasi ini ada pipa milik PT ATB. “Kita surati mereka (PT ATB). Pihak lain yang punya pipa juga kita surati,” ujarnya.

Untuk diketahui, Minggu (9/4) lalu luapan air dari drainase tersebut merendam setidaknya 100 rumah warga Perumahan MKGR Batuaji. Luapan air ini disebut terparah di lokasi ini karena setinggi paha orang orang dewasa.

“Kami sudah normalisasi paritnya, dua alat berat kami turunkan,” kata Yumasnur.

Sementara itu, Coorporate Communication Manager PT ATB, Enrico Moreno mengaku belum menerima surat yang diklaim DBM SDA telah dikirim. Menurutnya, pihaknya akan mengambil tindakan lebih lanjut jika telah resmi mendapat surat.

“Kami tunggu saja suratnya. Saya belum bisa komentar banyak, saya harus tahu isi suratnya dulu,” katanya.

Dia mengklaim, PT ATB setiap kali memasang pipa pada dasarnya selalu berkoordinasi dengan pemerintah, termasuk Pemko Batam. “Kami selalu berkoordinasi, tidak pernah tidak berkoordinasi,” pungkasnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar