ilustrasi memilih sekolah, SMA atau SMK?

batampos.co.id – Program belajar empat tahun bagi siswa SMK telah ditetapkan sebagai kurikulum nasional. SMKN I Batam salah satu sekolah yang akan menerapkan sistem belajar empat tahun tersebut.

Tahun ajaran baru nanti 2017/2018, ada tiga jurusan yang akan menerapakan sistem belajar empat tahun di SMKN I. Tiga jurusan tersebut adalah

  • Teknik Mekatronika,
  • Teknik Otomasi Industri
  • Teknik Elektronika Daya dan Komunikasi.

Untuk itu kepala SMKN I Batam Lea Lindrawijaya mengingatkan kepada orangtua atau calon siswa yang akan daftar pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) nanti tidak lagi kaget dengan kurikulum empat tahun belajar itu.

“Kami sudah berupaya sosialisasikan agar nanti tak ada yang kaget, karena memang kurikulum nasional SMK sudah seperti itu,” ujar Lea, kemarin.

Penerapan sistem belajar empat tahun ini memang belum semua jurusan. Jika ada orangtua atau calon siswa yang keberatan dengan sistem tersebut bisa memilih tiga jurusan lain yang masih menerapkan sistem belajar tiga tahun.

“Yang tiga tahun masih ada cuman tinggal tiga jurusan saja yakni Teknik Permesinan, Teknik Jaringan Komputer dan Teknik Pengelasan,” kata Lea.

Penerapan program belajar empat tahun ini sesuai dengan instruksi dari Direktorat Pembinaan SMK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI mencetak lulusan SMK dengan kemampuan yang lebih. Siswa yang belajar selama empat tahun ini bisa diserap sebagai tenaga kerja atau bisa melanjutkan kulia di Poltek langsung ke tahun ajaran kedua.

“Karena pendidikan empat tahun ini sudah setara dengan D3 tapi hanya di Poltek yang sudah ada kerja sama. Poltek Batam salah satunya,” ujar Lea.

Kelas-kelas yang akan dibuka untuk program empat tahun belajar pada tahun ajaran baru nanti tersebut adalah Teknik Otomasi Industri (kelas industri Scneider), Teknik Daya dan Komunikasi (sebelumnya Teknik Elektronik Industri), Teknik Mekatronik Reguler, Teknik Teknik Mekatronik (kelas Industri Epcos), Teknik Mekatronik Kosen dan Teknik Mekatronika Thailand.

“Jadi tiga jurusan itu sudah tak ada pilihan lagi. Mereka yang mau masuk SMKN I ya harus bersedia belajar empat tahun. Itu sudah jadi kurikulum nasional,” terang Lea.

Untuk proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) sendiri memang dilakukan secara on line seperti PPDB pada umum.

Untuk program belajar empat tahun itu, ada dua kelas yang cukup istimewa sebab menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum negara lain. Kedua kelas itu adalah Teknik Mekatronika Kosen yang menggabungkan kurikulum nasional dan kurikulum Kosen dari Jepang serta Teknik Mekatronika Thailanda yang menggabungkan kurikulum nasional dan Thailand.

“PPDB untuk dua kelas ini berbeda memang karena harus dua kali test. Setelah test on line ada test tambahan untuk keahlian dan psikotestnya,” terang Lea.

Kelas Mekatronika Kosen dan Mekatronika Thailand ini juga sudah berjalan setahun belakangan ini. Keduanya memang sedikit berbeda dan istimewah dari kelas empat tahun lain yang akan dibuka tahun ajaran baru nanti. Dua jurusan itu memiliki keunggulan sebab kurikulum yang diterapkan merupakan kurikulum gabungan dengan kurikulum Jepang dan kurikulum Thailand.

“Belajar mereka benar-benar diawasi karena di kelas ada layar telekonfres yang terhubung ke sekolah-sekolah lain yang menerapkan kurikulum serupa,” terang Lea.

Begitu juga dengan fasilitas, dua kelas tersebut juga dilengkapi fasilitas yang lebih seperti televisi untuk telekonfres dan peralatan praktek yang disesuaikan dengan kurikulum yang dipakai.

Di Indonesia sendiri untuk kurikulum Kosen sudah ada 11 SMK dan SMKN I Batam satu-satunya SMK yang berada di luar pulau Jawa. Sementara Teknik Mekatronik Thailand juga ada 12 SMK yang menggunakan kurikulum yang sama. (eja)

Respon Anda?

komentar