batampos.co.id – Anden Luano, Mawardi, Epirton Mada Simatupang, Igo Aprianus, dan Lukmanul Hakim, terdakwa dalam perkara pembunuhan divonis hukuman penjara berbeda-beda, Selasa (11/4).

Kelima terdakwa ini diketahui, membuat kegaduhan di SPBU belakang BCA, Jodoh sekira pukul 02.00, September 2016 lalu. Mereka mengeroyok satu pria (yang tak jelas namanya) karena tidak membayar tagihan seorang PSK di lokasi tersebut.

Korban bersama dua rekannya yang melihat kejadian itu berniat untuk melerai. Hingga perhatian para terdakwa beralih ke korban dan dua rekannya tersebut. Sementara pria yang dikeroyok pada awalnya, berhasil melarikan diri. Perlawanan dari Bustari, membuatnya meregang nyawa karena ditikam terdakwa.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam yang dipimpin Syahrial, menjatuhkan putusan sesuai peran masing-masing terdakwa. Dalam hal ini, Lukmanul Hakim yang menancapkan pisau tepat mengenai paru-paru korban yang menyebabkan kematian, divonis paling tinggi.

“Menetapkan hukuman 12 tahun penjara kepada terdakwa (Lukmanul), yang terbukti secara sah melanggar hukum sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUHP,” kata Syahrial yang didampingi Taufik dan Jasael.

Sedangkan terdakwa Anden Luano, ditetapkan melanggar dua pasal yakni pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) KUHP dengan hukuman penjara masing-masing dua tahun dan enam bulan, serta enam tahun penjara.

Berbeda lagi dengan terdakwa Mawardi, majelis hakim sepakat menjatuhkan pidana delapan tahun penjara sesuai pasal 170 ayat (2) KUHP. Sedangkan dua terdakwa lainnya yakni Epirton dan Igo, divonis dua tahun dan enam bulan penjara sesuai pasal 170 ayat (1) KUHP.

Atas putusan yang beragam itu, kelima terdakwa menyatakan terima. Sementara jaksa penuntut umum (JPU) Rumondang yang digantika sementara JPU Ryan menyatakan pikir-pikir. (nji)

Respon Anda?

komentar