Muzamil Ismail. F. Wijaya Satria/batampos.

batampos.co.id – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Lingga mencapai 28,849 orang yang tercatat dalam usia produktif sedangkan jumlah pekerja hanya mencapai 34,261 orang. Data tersebut berasal dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang diterima Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lingga per-Desember tahun lalu.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM dan Perindustrian Kabupaten Lingga, Muzamil Ismail, tingkat pengangguran tersebut bersumber dari berbagai aspek. Terlebih, Tanah Bunda Melayu masih tergolong minim lapangan kerja untuk penyerapan tenaga kerja tersebut.

Namun, Muzamil memastikan jika penyediaan lapangan kerja adalah kerja sama lintas Dinas seperti Badan Perizinan, Badan Pendapatan dan sebagainya. Selain itu, faktor lain penyumbang angka TPT yakni rendahnya daya saing tenaga kerja usia produktif yakni umur maksimal 25 tahun.

Daya saing tenaga kerja tersebut adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum mendapat lebel atau sertifikasi kemahiran khusus yang diakui. Untuk itu, Muzamil memastikan pada tahun ini, Dinas yang dipimpinnya akan melakukan sejumlah kerjasama dengan Badan Latihan Kerja (BLK).

“Tahun ini kami akan mengirim 20 orang untuk pelatihan ke BLK di Bandung yakni pelatihan otomotif dan forniture,” ujar Muzamil ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/4) pagi.

Selain bekerjasama, dengan BLK di Bandung, Disnaker juga bekerja sama dengan badan pelatihan pelayaran di Semarang. Tujuan semua kegiatan tersebut agar menciptakan tenaga kerja di Tanah Bunda Melayu dapat bersaing dengan tenaga kerja di daerah lainnya.

Sementara itu di tempat yang sama Kabid Tenaga Kerja Dedi Supartono mengatakan, telah bekerja sama dengan Disnaker Kabupaten Karimun untuk berbagi informasi terkait lowongan kerja di perusahaan yang ada di Kabupaten tersebut.

Berdasarkan pantauan Batam Pos di lapangan, kondisi perekonomian di Kabuapten Lingga mengalami penurunan drastis. Pasalnya sejumlah pelaku usaha di kawasan Dabo Singkep merasa resah karena semakin menurunnya daya beli masyarkat. Hal ini tentunya sejalan dengan angka pengangguran yang tergolong tinggi tersebut.

Sejumlah pedagang di Pasar Dabo Singkep juga mengeluhkan kemerosotan pembeli akhir-akhir ini. Salah seorang pedagang mengharapkan perhatian pemerintah untuk membuka lapangan kerja yang baik agar masyarakat memiliki penghasilan yang baik pula. (wsa)

Respon Anda?

komentar