batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, dr Gama, mengakui saat ini ketersediaan tenaga ahli medis masih sangat kurang di Kabupaten Bintan. Seperti di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan, dimana sampai saat ini belum memiliki dua tenaga ahli, yakni dokter bedah dan dokter penyakit dalam.

“Kekurangan memang masih kita alami. Khususnya untuk spesialis bedah dan spesialis penyakit dalam yang belum dimiliki di RSUD. Sementara untuk puskesmas yang ada disini (Bintan, red) tenaga analisis kesehatan, dan tenaga penyuluh kesehatan, yang masih sangat kurang, karena langsung dari pusat,” ungkap Gama, Rabu (12/4).

Walaupun demikian, lanjutnya Dinkes Bintan, tetap terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Bintan. Meskipun tenaga medis yang dimiliki masih jauh dari yang diharapkan.

Kasubag Pegawai Dinas Kesehatan Bintan, Safriman menuturkan saat ini di Kabupaten Bintan, memiliki sebanyak 128 orang tenaga medis dan 129 orang tenaga perawat yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Jumlah perawat ada 129, dokter umum ada 35 orang, dan bidan ada 75 orang, serta ditambah dokter gigi ada 18 orang Semuanya tersebar di 15 Puskesmas, dan di 2 RSUD yang ada di Bintan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Safriman, jumlah keseluruhan tersebut sudah termasuk penempatan tenaga Bidan yang ditambah satu perawat di masing-masing desa/kelurahan. Termasuk juga di wilayah pesisir. Menanggapi kekurangan dua tenaga ahli di RSUD Bintan, kata Safriman saat ini RSUD sudah melakukan kerjasama MoU dengan pihak RSUP Tanjungpinang, untuk menutupi kekurangan dua tenaga ahli tersebut.

Ia menambahkan kendala tersebut juga sudah dilaporkan kepada Kemeterian Kesehatan RI, namun sampai saat ini belum ada solusi yang diberikan.

“Bahkan, Dinkes Bintan, sudah sempat melakukan kerjasama dengan pihak UGM, maupun UNPAD di Bandung untuk meminta dua tenaga ahli yang dibutuhkan. Namun belum ada tindaklanjutnya,” tutupnya. (cr20)

Respon Anda?

komentar