Arif Jumana usai keluar dari ruang penyidik Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Selasa (6/2015) lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.di – Anggota DPRD Bintan, Arif Jumana yang divonis satu tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA) atas perkara penggunaan narkoba. Tidak memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungpinang untuk dijebloskan ke penjara.

Kepala Kejari Tanjungpinang, Heri Ahmad Pribadi melalui Kasipidum, Supardi mengatakan pihaknya telah melayangkan surat panggilan pertama kepada anggota DPRD Bintan tersebut, Senin (10/4) lalu meminta hadir keesokan harinya. Namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tanpa alasan jelas atau mangkir.

“Kami akan melayangkan kembali surat panggilan yang kedua kali kepada yang bersangkutan, agar datang kembali, Selasa (18/4) mendatang,” ujar Supardi di Tanjungpinang, Rabu (12/4).

Dikatakan Supardi, jika pada panggilan kedua nanti yang bersangkutan juga mangkir. Pihaknya pun akan kembali melayangkan surat panggilan ketiga.

“Jika tidak datang juga, maka akan kami lakukan penjemputan paksa untuk di eksekusi,”kata Supardi.

Seperti diketahui, setelah melalui proses hukum yang cukup panjang kurang lebih satu tahun. Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan anggota DPRD Bintan, Arif Jumana.

Hakim MA malah memperkuat putusan banding PT Riau di Pekan Baru nomor : 76/ PID.SUS/ 2015/ PT.PBR dengan ketua majelis hakim PT Riau, Betty Aritonang dengan hakim anggota Dewan Munawar dan Sugeng Riyono, yang sebelumnya menjatuhkan hukuman satu tahun penjara terhadap terdakwa kasus narkoba tersebut.

Penolakan kasasi tersebut tertuang dengan nomor putusan 2323K/ Pid.Sus/ 2015 yang diputuskan hakim MA pada, Senin (27/6) 2016. Yang mana salinannya diterima PN Tanjungpinang (16/3) lalu.

Humas PN Tanjungpinang, Santonius Tambunan, membenarkan putusan kasasi anggota DPRD Bintan yang terjerat penggunaan narkoba sudah keluar. Pihaknya, melalui panitera sudah memberitahukan kepada JPU dan terdakwa.

“Untuk terdakwa sudah kami beritahu melalui penasehat hukumnya,” ujar Santonius.

Dalam putusan yang dibacakan hakim MA, profesor Surya Jaya dan panitera pengganti Santos Wichjoe, memperkuat putusan PT Riau dan menolak permohonan kasasi terdakwa serta membebankan biaya perkara pada terdakwa.

“Majelis hakim PT Riau, sebelumnya juga menyatakan memperbaiki putusan PN Tanjungpinang, terkait pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa Arif Jumana. Yang mana terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I, bagi diri sendiri secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Arif Jumana selama satu tahun,” pungkasnya.(ias)

Respon Anda?

komentar