batampos.co.id –¬†Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan tokoh masyarakat (tomas) Pulau Penyengat bersama Pemko Tanjungpinang telah bersepakat menetapkan 25 Februari sebagai Hari Jadi Pulau Penyengat. Maka mulai 2018 mendatang peringatan Hari Jadi Pulau Penyengat akan menjadi agenda rutin tahunan di Kota Tanjungpinang.

“Semua sudah bersepakat dan menandatangani Hari Jadi Pulau Penyengat dilaksanakan setiap 25 Februari. Maka mulai tahun depan akan kita programkan sebagai agenda rutin tahunan Pemko Tanjungpinang,” ujar Lis ketika dikonfirmasi, Rabu (12/4).

Diceritakan Lis, ketika Pemko Tanjungpinang menggelar musyawarah penetapan Hari Jadi Pulau Penyengat di Balai Adatnya, Senin (10/4) kemarin. Ada dua usulan yang diberikan Tengku M Fuad dan Tengku Fahmi (tomas) untuk penetapan hari jadinya pulau bersejarah tersebut.

Diantaranya, bedasarkan peristiwa sejarah pemberian hadiah Pulau Penyengat dari Sultan Kerajaan Riau-Lingga- Johor-Pahang, Sultan Mahmud Riayat Syah kepada Engku Puteri Raja Hamidah pada 25 Februari 1803 dan peristiwa sejarah Sultan Abdurahman Muazam Syah ditabalkan sebagai Sultan Kerajaan Riau-Lingga yang dilaksanakan di Pulau Penyengat pada tanggal 18 Februari 1885.

“25 Februari itu juga menjadi sejarah dimulainya kehidupan sosial dan perekonomian di Pulau Penyengat. Karena pulau yang dihadiahkan itu dibuka sebagai kawasan pemukiman penduduk. Maka momen itulah jadi landasan penetapan hari jadinya,” bebernya.

Agar penetapan hari jadi itu memiliki payung hukumnya, lanjut Lis Pemko Tanjungpinang akan membahas dan menindaklanjutinya dengan membuat Peraturan Walikota (Perwako) Tanjungpinang. Kemudian juga menetapkan penyelenggaraan Festival Pulau Penyengat dilaksanakan selama sepekan dari 18-25 Februari.

Lis berharap dengan adanya perwako tentang kedua agenda itu mampu mendongkrak kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Tanjungpinang. Karena kedepannya, Pulau Penyengat tak hanya memiliki hari jadinya saja tetapi juga akan dijadikan objek wisata religi dan ziarah di Provinsi Kepri.

“Tahun ini kita juga sediakan alokasi Rp 20 miliar untuk peningkatan fasilitas disana. Jadi mulai 2018 mendatang Pulau Penyengat akan menjadi ujung tombak wisata religi dan ziarah di Kepri,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar