batampos.co.id – Perusahaan galangan kapal di Tanjunguncang, Batuaji, kembali berkurang. PT Technip yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, sudah tak beroperasi lagi. Perusahaan galangan kapal dan offshore tersebut dikabarkan telah tutup sejak tanggal 30 Maret lalu.

Informasi yang diterima di lapangan, perusahaan tersebut dikabarkan pindah ke Malaysia dan saat ini tak ada lagi kegiatan produksi di dalam perusahaan.”Tinggal 30-an karyawan subcon saja yang menyelesaikan sisa-sisa proyek. Kalau aktivitas produksi memang sudah tak ada lagi karena sudah tutup per 30 Maret kemarin,” ujar Ano, sekuriti di gerbang PT Technip, Rabu (12/4/2017).

Alat berat perlengkapan perusahaan juga sudah tak ada lagi di dalam kawasan perusahaan tersebut. Pihak manajemen diinformasikan telah mengeluarkan seluruh perlengkapan dan aset perusahaan mereka. “Nah bawa kemana kami kurang tahu. Yang pasti memang sudah tak ada lagi peralatan di dalam. Yang sisa paling punya subcon-subcon saja karena mereka harus selesaikan proyek yang tersisa,” ujar Ano lagi.

Tutupnya perusahana galangan kapal itu menyebakan sekitar 500 karyawan di perusahaan galangan tersebut harus kehilangan pekerjaan.”Dulu pekerja di sini ada sekitar 500 orang. Mau gimana lagi, memang sudah tutup jadi mau nggak mau harus nganggurlah semua,” kata Denis, seorang mantan karyawan yang ditemui di lokasi perusahaan itu, kemarin.

Proses pemberhentian, kata Denis, memang sudah sesuai prosedur. Namun demikian Denis mengaku tetap tak tenang, sebab dua bulan belakangan ini semenjak dia di-PHK, pekerjaan baru tak kunjung didapat. “Susah sekarang cari kerja, sudah lamar ke sana kemari tak dapat juga. Lama-lama habis juga sisa uang yang ada,” ujarnya.

Manajemen PT Technip belum bisa dikonfirmasi. Saat didatangi wartawan, petugas keamanan di depan gerbang mengaku sudah tak ada lagi manajemen perusahaan di dalamnya. “Manajemennya tak di sini lagi. Jadi tak ada yang bisa mewakili manajemen,” ujar Ano.

Sementara itu Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti saat dikonfirmasi mengaku belum tahu dengan informasi penutupan PT Technip tersebut. “Belum tahu saya soal itu. Saya cek dulu ke bagian pengawasan. Pengawasan sekarang di Provinsi, makanya saya pastikan dulu dari pengawas,” ujar Rudi, kemarin. (eja)

Respon Anda?

komentar