23 Perusahaan di Batam Tutup, 500 Karyawan Dirumahkan

3819
Ilustrasu pelamar kerja di Batam.  Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id РKepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti  mengatakan pada 2017 ini, sedikitnya 23 perusahaan tutup, akibatnya lebih kurang 500 pekerja dirumahkan.

“Saya baru terima datanya dari pengawasan,” kata Rudi, Kamis (13/4)

Menurut Rudi, dari data 23 perusahaan, kebanyakan bergerak di bidang penyedia jasa, perdagangan, dan subcon.

“Karena sudah tak ada pekerjaan lagi, jadi mereka tutup,” ujar mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam ini.

Rudi menambahkan, keadaan perekonomian Batam saat ini memang turun, hal ini terlihat setiap tahun ada saja perusahaan yang hengkang ke negara lain, tutup hingga mengurangi pekerja.

Data dari Disnaker menyebutkan sepanjang tahun 2016 terdapat 67 perusahaan yang tutup, tahun 2015 sebanyak 54 perusahaan.

Banyaknya perusahaan yang tutup, tentunya menambah angka pengangguran di Kota Batam, ditambah lagi dengan mereka yang tengah berjuang mendapatkan pekerjaan. Seperti yang terjadi di Muka Kuning. Banyak cpelamar yang berdesak- desakan, untuk mendapatkan kerja.

Rudi mengimbau kepada perusahaan yang ingin membuka lowongan, jika kebutuhan tidak banyak, lebih baik menggunakan media seperti PT POS Indonesia, tidak usah ditempel seperti Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo.

“Ini untuk menghindari desakan seperti kemarin, Rabu (13/4),” sebut Rudi.

Saat ini, lanjutnya peluang kerja banyak yang buka, hanya saja jumlah kebutuhan tidak sebanding dengan pencari kerja yang ada saat ini. Jumlah pencari kerja setiap tahun mengalami peningkatan, sepanjang tahun 2016 hingga Maret 2017 ini sedikitnya terdapat 27 ribu pencaker yang terdaftar, berdasarkan AK1 atau kartu kuning.

“Jumlah ini akan terus meningkat, apalagi sebentar lagi masa kelulusan,” tutupnya.(cr17)

Respon Anda?

komentar