KM Hasil Laut Jaya 12 menambatkan kapalnya untuk 
menurunkan hasil tangkapan ikan di Gudang Ikan Pelantar Barek 
Motor, Kijang, Kecamatan Bintim, Kamis (13/4) F.Harry/batampos.
batampos.co.id – Bisnis ekspor ikan di Kabupaten Bintan kembali melejit sebesar 30 persen ketika musim angin utara berlalu. Sebab musim yang kini melanda, arus dan anginnya tak begitu kencang sehingga membuat ikan sangat mudah disapu jaring.
Bahkan gerombolan ikan yang bergumul dijaring nelayan berkelas tinggi dan berbobot besar.
“Saat ini cuaca sangat mendukung. Angin timur menyediakan ikan berkapasitas banyak dan besar. Waktu inilah yang kami tunggu untuk ambil ikan sebanyaknya,” ujar Anto, ABK KM Hasil Laut Jaya 12 usai menurunkan hasil ikan tangkapnya di Pelantar Barek Motor, Kijang, Kamis (13/4).
Hasil ikan tangkapannya kata Anto, sangat melimpah sekitar 2 sampai 3 ton. Ikan yang didapat seperti kerapu, kaci, dan jenis lainnya. Bahkan bobot perekornya bisa mencapai 5 sampai 6 kilogram. Untuk memperoleh ikan tangkap yang berlimpah, lanjut Anto harus mengarungi perairan sekitaran Kabupaten Bintan selama 2 minggu.
Dengan kurun waktu setengah bulan itu, sambung Anto ikan yang ditangkap dijamin tidak akan busuk sebab muatan es balok yang dibawa kapalnya juga banyak.
“Ketika kami berhasil menarik ikan langsung disimpan dipeti
berisikan es. Jadi ikan terjamin kesegarannya, apalagi ikannya
mau diekspor maka harus terjaga kondisi dan kualitasnya,”
bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)
Bintan, Fachrimsyah mengakui bisnis ekspor ikan hasil tangkapan
nelayan seluruh Kabupaten Bintan melejit ketika musim angin
timur melanda. Sebab dimusim ini, kondisi arus tenang dan
derupan angin tak begitu kencang sehingga nelayan sangat mudah menjaring ikan.
“Dengan arus dan angin tak begitu kuat ikan hidup bergerombol.
Bahkan gerombolan ikan itu perekornya memiliki bobot sangat
besar. Sehingga musim inilah kesempatan nelayan meraup
keuntungan,” jelasnya.
Bisnis ekspor ikan, kata Fachrim sempat mandek ketika musim
angin utara melanda. Sebab kondisi cuaca ekstrim itu membuat
aktivitas nelayan melaut berkurang. Dampaknya hasil ikan
tangkap berkurang dan ekpore ikan ke negara tetangga juga
menurun drastis .
Namun dengan cuaca yang tenang saat ini, lanjut Fachrim
aktivitas nelayan melaut semakin tinggi. Bahkan ekpore ikan ke
Malaysia dan Singapura melejit sebesar 30 persen. Dari 5 ton
ikan yang diekspore setiap bulannya naik menjadi 11 ton
perbulannya.
“Kami yakin bisnis ekpore ikan akan kembali naik seiring
membaiknya cuaca. Apalagi Pemkab Bintan akan memberikan bantuan kapal kepada nelayan. Pastinya hasil ikan tangkap dan ekpore bisa naik 50 sampai 70 persen,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar