batampos.co.id – Terdakwa Widya Yuni Sartika dan Winanto Wijaya alias Soni, calo TKI Ilegal melalui Facebook, divonis 18 bulan penjara di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (13/4) sore.

Hakim ketua Syahrial didampingi anggota Taufik dan Chandra, juga menetapkan denda Rp 2 miliar subsider dua bulan kurungan. Syahrial mengatakan, perbuatan terdakwa sebagaiman diatur dalam pasal 1 ayat 1 Undang-Undang nomor 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

“Bahwa TKI merupakan tenaga kerja dari Indonesia yang berada di luar negeri atau akan ditempatkan di luar negeri untuk suatu pekerjaan,” jelar Syahrial.

Dalam perkaranya, kedua terdakwa mengelabui calon TKI dengan mem-posting lowongan pekerjaan yang akan di tempatkan di perusahaan elektronik Malaysia. Di samping akan menerima upah yang tinggi, kedua terdakwa juga menetapkan persyaratan yang cukup mudah. Yakni, hanya berbekal paspor.

Akibatnya, dua calon TKI masuk perangkap jaringan ini. Keduanya dibawa Soni ke Batam dan menginap sementara di salah satu Hotel di bilangan Pelita, Nagoya. Widya langsung menyambut kedatangan kedua TKI tersebut.

Kemudian, calon TKI dimintai sejumlah uang oleh Widya sebagai pengurusan keberangkatan. Namun setelah uang diterima dari calon TKI sebesar Rp 1,5 juta, kedua terdakwa kabur melarikan uang tersebut.

Pihak Polresta Barelang yang mengetahui postingan terdakwa di Facebook, mencoba mencari tahu kebenarannya melalui Polwan yang menyamar ingin menjadi TKW di Malaysia. Mereka janji bertemu di depan Hotel di Pelita. Saat itulah kedua terdakwa ditangkap, September 2016 lalu.

Dari putusan yang dijatuhkan majelis hakim, kedua terdakwa serta jaksa penuntut umum (JPU) Andi menyatakan terima. (nji)

Respon Anda?

komentar