batampos.co.id – PT Pelabuhan Indonesaia (Pelindo) I Cabang
Tanjungpinang sedang menggesa peroyek pembangunan dermaga bongkar muat peti kemas (kontainer) sepanjang 80 meter di Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Kabupaten Bintan. Perpanjangan dermaga itu untuk mengantisipasi lonjakan bongkar muat peti kemas dari tiga pelayaran kapal yang datang melalui Pelabuhan Belawan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
“Kapal muatan kontainer dari Aceh, Medan dan Kalimantan akan
bertolak melalui Pelabuhan Belawan. Maka untuk mengantisipasi
lonjakan bongkar muat kita perpanjang dermaga dari 240 meter
menjadi 320 meter,” ujar Kepala Perwakilan PT Pelindo I Cabang
Tanjungpinang Divisi Kijang, Khoiruddin Lubis ketika
dikonfirmasi, kemarin.
Selain memperpanjang dermaga untuk bersandarnya kapal muatan peti kemas, kata Khoiruddin PT Pelindo juga memasang Fix Crane (Crane duduk berkapasitas besar) untuk membongkar muatan kapal didermaga tersebut. Sebab selama ini PT Pelindo hanya mengandalkan satu unit reachstaker (mobil crane) untuk
aktivitas bongkar muatan kapal. Bahkan juga dibantu dengan
crane yang dimiliki kapal lain.
Dengan Fix Crane itu, lanjut Khoiruddin aktivitas bongkar
muatan akan berjalan lancar. Sebab crane itu mampu mengangkat bobot peti kemas seberat 150 ton. Jadi peti kemas yang mampu  diangkut dengan crane tersebut bisa dua sampai tiga sekaligus.
“Tahun ini kami akan datangkan crane itu. Sehingga aktivitas
bongkar muat bisa berjalan lancar. Kami juga optimis dengan
semua fasilitas itu bongkar muat kontainer akan naik 20
persen,” bebernya.
Ditanya muatan yang diangkut tiga pelayaran kapal dari
Pelabuhan Belawan, Khoiruddin mengaku kapal dari Aceh, Medan
dan Kalimantan akan membawa muatan komoditas buah-buahan, sayur mayur dan berbagai jenis makanan ke Pelabuhan Sri Bayintan.
Muatan itu diperuntukan memenuhi kebutuhan masyarakat yang
berada di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.
Hadirnya ketiga pelayaran kapal itu, sambung Khoiruddin
sekaligus meningkatkan aktivitas bongkar muat peti kemas. Sebab PT Pelindo memprediksikan akan terjadi kenaikan 2.500 sampai 3.500 peti kemas pertahunnya. Dari 11.500 peti kemas selama 2016 akan bertambah menjadi 14.000 sampai 15.000 peti kemas ditahun ini.
“PT Pelindo Pusat sudah datang kesini. Mereka mengecek agar
pembangunan dan pengadaan crane sesuai dengan SOP. Jadi kita
tinggal menyelesaikannya saja,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar