Seekor ular piton sepanjang dua meter dimasukkan ke dalam penjara untuk menjalani rehabilitasi.

Kementerian Hukum Australia mengatakan, ular itu akan menghabiskan enam pekan untuk detoksifikasi dan akan dirawat oleh narapidana di Wildlife Care Center, Lembaga Pemasyarakatan John Morony, Windsor, New South Wales.

Menurut pengawas senior Lapas tersebut, Ian Mitchell, piton itu telah menyerap methamphetamine atau ice melalui kulitnya, dan diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk memulihkannya.

“Butuh waktu untuk menghilangkan efek obat dari sistem ular itu. Sebelumnya kami berhasil menenangkannya setelah beberapa bulan perawatan berhasil mengembalikan pola makan,” kata Mitchell, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (11/4)

Ular itu ditemukan oleh polisi setelah penggerebekan pada 2016 di sebuah laboratorium methamphetamine, dimana ular sering digunakan oleh bandar narkoba untuk menjaga obat mereka.

Sayangnya ular itu hidup di dalam kotak yang tercemar dengan radiasi dari methamphetamine dan partikel berbahaya lainnya sehingga ular menjadi kecanduan terhadap narkoba dengan konsekuensi yang berbahaya.

Ular itu menjadi gelisah, kerap menyerang dan sangat agresif jika tidak segera diberikan obat terlarang itu. Biasanya ular jenis itu tidak suka menyerang dan lebih suka berbaring.

Wildlife Care Center Lapas John Morony di Windsor, merupakan tempat untuk merehabilitasi narapidana dengan sistem keamanan yang tidak terlalu ketat. Para narapidana tersebut bertugas untuk memberi makan, membersihkan dan merawat beberapa hewan termasuk reptil yang mengalami cedera hingga sembuh.

Tujuan dibuatnya tempat itu agar dapat menanamkan dalam diri mereka rasa tanggung jawab dan pelayanan dalam diri narapidana. Sehingga ketika bebas narapidana menjadi lebih baik dan membuat masyarakat merasa lebih aman. (jpgroup)

Respon Anda?

komentar