Polisi melakukan pemeriksaan di dalam Toko Mas Naura yang dibobol maling.

batampos.co.id РToko Mas Naura yang terletak di Blok A Nomor 48 lantai dasar Pasar Puan Maimun, Kecamatan Karimun dibobol maling, Kamis (13/4) . Akibatnya beberapa perhiasan seperti emas 300 gram, perak 2 kilogram serta batu mulai seperti 2 zamrud, dan 2 batu rubi dan satu batu mata kucing yang tersimpan dalam brangkas, raib. Begitu juga uang tunai Rp 3 juta ikut hilang.

Pembobolan tersebut diketahui saat keluarga pemilik toko emas akan membuka toko paginya. Saat toko mau dibuka ternyata kunci gembok tidak bisa dibuka.

”Kami¬†mendapatkan laporan tadi pagi (kemarin, red) dari korban bahwa toko emasnya telah dibobol maling. Diperkirakan pelaku lebih dari satu orang dan dilakukan pada tengah malam,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno kepada Batam Pos.

Di dalam toko tersebut juga ditemukan palu besar, dinding berangkas besi sebelah kiri telah rusak. Selain itu juga ada tabung gas 12 kg dan tabung oxygen kecil.

Tabung gas dan tabung oxygen yang ditinggalkan pelaku di dalam toko emas digunakan untuk merusak berangkas besi. Termasuk juga palu besi yang digunakan untuk memecahkan dinding berangkas yang dilapisi dengan semen. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan pihaknya sedang meminta keterangan para saksi.

Pemilik Toko Mas Naura, Novri Mulyadi secara terpisah menyebutkan, dia mengetahui kalau toko mas telah dibobol maling pada pukul 07.00 WIB, saat akan membuka tokoknya.

“Gembok besi yang terpasang di rolling door tidak bisa dibuka dengan kunci yang ada. Meski sudah dicpoba berkali-kali. Ternyata, gembok sudah diganti. Tidak ada yang tahu siapa yang mengganti. Karena timbul kecurigaan, maka hal ini dilaporkan ke polisi,” papar Novri.

Total kerugian dari kasus pembobolan ini diperkirakan sekitar Rp300 juta,” ungkapnya. (san)

Respon Anda?

komentar