dr Akmal sedang memeriksa kondisi Deden, yang terbaring lemas, di RSUD Bintan, akibat keracunan makan, Jumat (14/4). F. Choky Nainggolan/Batam Pos

batampos.co.id – Satu keluarga di Kampung Rejo, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kijang, Bintan Timur, Akibat mengalami keracunan makanan usai menyantap jamur segar masakan sang nenek, Kamis (13/4), sekitar pukul 17.00 WIB.

Ketiga korban yang dilarikan tersebut diantaranya, Deden, 14, Rony, 12, dan Muhyadi 80.

Salah satu korban keracunan Deden, mengaku setelah memakan jamur yang ditumis sang nenek kepalanya tiba-tiba pusing, lalu muntah-muntah, dan pingsan.

“Nggak tahu, habis makan jamur itu tiba-tiba kepalaku sakit sekali. Padahal jamur itu sering aku makan,” ungkapnya saat ditemui di ruang perawatan anak, di RSUD Kijang, Jumat (14/4).

Deden menjelaskan jamur segar yang dimasak oleh nenek itu, awalnya dibawa pulang oleh kakeknya Muhyadi, dari kebun. Tak ada firasat apapun kalau jamur itu beracun. Nenek pun langsung memasaknya untuk dikonsumsi bersama.

“Setelah ditumis nenek, kami langsung makan jamur itu. Tapi tidak sekaligus. Ganti-gantian,” tuturnya.

“Habis memakan jamur barat buatan nenek itu, kira-kira satu jam kemudian mata terasa berat. Kepala juga pusing, dan badan tiba-tiba lemas. Bahkan Adik, dan kakek juga merasakan hal yang sama,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala RSUD Kijang Benni Anthoni melalui dokter jaga bagian UGD, dr Akmal menjelaskan ketiga pasien yang dirawat saat ini kondisinya sudah membaik.

Pemeriksaan intensif juga sudah dilakukan, mulai dari pengecekan darah, hingga gilas lambung untuk mengeluarkan semua yang sudah dimakan pada saat itu. Sehingga dampak dari racun yang ada didalam tubuh tersebut dapat diminimalisir.

“Pada saat kami melakukan gilas lambung, memang ada kotoran berwarna hitam yang keluar. Mungkin itu lah jamur yang dimakan mereka. Tapi dari ketiga yang dirawat disini (RSUD, red) Deden yang paling parah dan memang harus dirawat intensif, karena sempat pitam namun tak sampai pingsan,” jelasnya.

dr Akmal menambahkan ketiga korban keracunan ini diperkirakan sudah bisa pulang besok (hari ini, red), karena harus memulihkan dulu kondisi tubuh yang masih lemas, akibat efek dari racun tersebut.

“Besok mungkin mereka semua sudah bisa pulang. Saat ini masih dirawat disini untuk mendapatkan infus dulu, biar daya tahan tubuhnya kuat lagi,” imbuhnya

Diketahui jamur segar yang dimakan oleh Deden dan keluarganya itu biasa sering disebut jamur barat. Jamur ini biasa ditemukan di bawah semak atau bekas kayu mati. Paling sering ditemukan saat musim hujan. (cr20)

 

Respon Anda?

komentar