Nurdin Basirun,Gubernur Kepri. Foto: batampos

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengaku tidak terlalu khawatir terkait adanya rencana pemangkasan anggaran daerah oleh pemerintah pusat. Menyiasati hal itu, dirinya akan membatasi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri untuk melakukan studi banding ke luar negeri.

“Kebijakan yang akan dibuat oleh Pemerintah Pusat tentu ada sebab akibatnya. Kita di daerah juga harus mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi,” ujar Gubernur Nurdin menjawab pertanyaan media di Gedung Daerah, akhir pekan lalu.

Menyikapi persoalan tersebut, Nurdin mengharapkan OPD memanfaatkan anggaran yang ada semaksimal mungkin untuk pembangunan. Bukan untuk melakukan studi banding jauh-jauh ke luar negeri. Menurut Nurdin, membangun Kepri membutuhkan biaya yang sangat mahal. Menyadari hal itu, dan terbatasnya kemampuan daerah dirinya juga menekankan penggunakaan anggaran harus sesuai dengan porsi yang dibutuhkan.

“Berangkat dari persoalan inilah, dalam melakukan kunjungan ke lapangan cukup dengan OPD terkait. Karena dengan begitu bisa menghemat penggunaan anggaran,” papar Nurdin.

Mantan Bupati Karimun tersebut juga mengatakan, selain menyorot stubanding ke luar negeri perjalanan ke luar daerah yang memang sekiranya tidak perlu jangan dilakukan. Karena meskipun sedikit-sedikit, tetapi apabila dikumpulkan nilainya akan menjadi banyak. Nurdin tetap berharap, kebijakan yang akan dibuat pemerintah pusat tidak membuat anggaran Kepri kembali defisit.

“Mudah-mudahan tidak terjadi defisit lagi. Karena kita sudah membuat sejumlah rencana pembangunan-pembangunan strategis di Provinsi Kepri,” tutup Gubernur Nurdin. (jpg)

Respon Anda?

komentar