Bisnis Properti Membaik, Pameran 11 Hari, REI Bukukan Transaksi Rp 75 Miliar

Pameran property di antrium Mega Mall, Rabu (5/4). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam berhasil membukukan transaksi sebesar Rp 75.633.248.000 selama 11 hari pameran di Mega Mall Batam. Angka tersebut Rp 5 miliar lebih tinggi dari target yang dipasang panitia.

Ketua DPD REI Khusus Batam, Achyar Arfan, mengatakan capaian tersebut sekaligus menandai bangkitnya bisnis properti di Batam. Menurut dia, memasuki triwulan kedua 2017, sektor properti terus mengalami perbaikan.

“Walaupun ekonomi kurang baik, tapi penjualan kali ini lebih bagus dari bulan Oktober tahun lalu,” kata Achyar usai penutupan REI Expo 2017 di Mega Mall Batam, Minggu (16/4).

Namun Achyar mengatakan, para pengembang anggota REI Khusus Batam tidak hanya fokus pada pembangunan permukiman untuk mengejar keuntungan. Akan tetapi, pihaknya tetap memperhatikan tata ruang dengan membangun fasilitas umum (fasus) dan fasilitas sosial (fasos).

Dia mengklaim, para developer anggota REI Khusus Batam juga sangat peduli dengan penyediaan drainase yang memadai di kawasan permukiman yang dibangun. Sebab selama ini pengembang sering menjadi kambing hitam jika terjadi banjir di perumahan.

“Kami sering disentil wali kota Batam. Padahal tidak semua pengembang itu anggota REI. Proyek anggota REI lebih baik,” katanya.

Ketua Panitia REI Expo 2017, Lina, mengatakan dalam pameran yang dibuka pada Rabu (5/4) itu, PT Cipta Group membukukan penjualan terbanyak dari segi unit rumah. Yakni 37 unit.

“Sedangkan untuk transaksi terbanyak dicapai pengembang Agung Podomoro Land, yakni sebanyak Rp 23,5 miliar,” ujar Lina, kemarin.

Dia menjelaskan, selama 11 digelar pameran tersebut menyedot 2.178 pengunjung. Selain diikuti 14 pengembang sebagai peserta, pameran tersebut juga melibatkan empat industri pendukung sektor properti, seperti Tunas Interior, Telkom, Mowlex, dan Mortar Utama.

Senada dengan Achyar, Lina menyebut tingginya angka penjualan dalam pameran tersebut membuktikan jika bisnis sektor properti di Batam kembali bergairah.

“Kita berharap masyarakat tidak takut untuk membeli rumah, walaupun ekonomi lesu,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat Pemko Batam, Herman Rozie, berharap pameran perumahan seperti ini akan membuka akses masyarakat dalam mencari kebutuhan hunian. Sementara dari sisi pengembang, dia berharap agar ada komitmen dalam menyediakan permukiman yang layak dan nyaman.

“Menyediakan hunian yang layak adalah tanggung jawab pemerintah. Tapi tentu kita harus bekerja sama dengan swasta,” kata dia.

Rozie menambahkan, melalui kebijakan pusat, Pemko Batam juga terus menyediakan rumah murah untuk masyarakat kurang mampu. Namun lagi-lagi dia berharap ada dukungan dari para pengembang, khususnya anggota REI Batam.

Terkait perizinan, dia mengaku Pemko Batam akan selalu mempermudah urusan izin, khususnya izin mendirikan bangunan (IMB). Sebab jika bisnis sektor properti membaik, dia yakin sektor lainnya akan ikut terkerek.

“Kita bersyukur transaksi jual beli properti terus naik,” katanya. (lenni)

Respon Anda?

komentar