Empat Kelompok Nelayan Terima Benih Kerapu

888
Sedanau kota terapung di Natuna yang menjadi pusat budidaya kerapu sebagai penggerak ekonomi masyarakat. F. Aulia Rahman/batampos.

batampos.co.id – Sebanyak empat kelompok nelayan budidaya di Natuna mendapat bantuan 40 ribu benih ikan kerapu dari Kementerian Kelauatan dan Perikanan.

Kepala Bidang Pengelolaa Pemberdayaan, Usaha Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Pemkab Natuna Zakkmin Yusuf mengatakan, bantuan benih ikan kerapu kepada kelompok nelayan merupakan program peningkatan produksi ikan budidaya di Natuna dari Ditjen perikanan budidaya Kementerian Kelauatan dan Perikanan.

“Besok benih ikan kerapu rencana diserahkan kepada kelompok nelayan di Sedanau. Tahap pertama sebanyak 12 ribu benih, penyerahan bertahap. Keseluruhan 40 ribu benih kerapu,” kata Zakimin Yusuf, Minggu (16/4).

Dikatakan Zakimin, bantuan 40 ribu benih kerapu, Pemerintah bekerjasama dengan Balai Perikanan Budidaya Laut Batam. Kerjasama ini juga bagian dari penerapan pembesaran ikan secara teknologi, yang selama ini nelayan budaidaya mendapatkan benih dari alam.

“Dengan benih yang terjamin juga akan menambah mutu ikan budidaya, karena benih dari alam juga akan rawan penggunaan bahan kimia dari nelayan,” sebut Zakimin.

Zakimin mengatakan, bantuan benih ikan kerapu kepada 4 kelompok nelayan di Sedanau merupakan bagian dari program revitalisasi keramba jaring apung yang dibantu pemerinta sebelumnya, namun tidak terkelola dan sudah rusak.

Bantuan benih dan revitalisasi ini sambungnya, nelayan yang tergabung dalam kelompok juga dibantu untuk biaya pakan hingga panen.

Nelayan yang dibantu dalam program ini sebutnya, betul-betul nelayan yang sudah berhasil dan berpengalaman berbudidaya ikan kerapu. Sehingga dapat meningkatkan produksi ikan budidaya di Natuna.

“Budidaya ikan kerapu, bisa panen dalam waktu satu tahun. Menjelang masa panen, nelayan butuh biaya pakan. Sehingga tidak semua nelayan bisa menggeluti budidaya kerapu. Namun dalam setahun, nelayan bisa raup keutungan sekitar Rp 200 juta sampai Rp 300 juta,” ujar Zakimin.(arn)

Respon Anda?

komentar