TKI bermasalah yang dipulangkan beberapa waktu lalu. F. Yusnadi/batampos

batampos.co.id –┬áKepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepulauan Riau, Doli Boniara, memperkirakan pada tahun 2017 tingkat pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB) melalui Kepri akan meningkat dari tahun sebelumnya. Hal itu, kata Doli, disebabkan masih tingginya minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri dari tahun ke tahun.

“Jika tahun-tahun sebelumnya, berkisar 15-16 ribu orang. Tahun 2017 ini mencapai 18 ribu orang,” ungkap Doli, kemarin.

Merujuk catatan Dinsos Kepri, mayoritas TKI yang dipulangkan dari Malaysia melalui Kepri, merupakan TKI yang berasal dari daerah lain. Hanya saja, wilayah Kepri yang strategis dimanfaatkan para TKI, baik legal dan ilegal, sebagai pintu masuk.

Untuk memulangkan para TKIB yang masuk ke Kepri, lanjut Doli, pihaknya bekerja sama dengan pihak terkait dan Kementerian Sosial RI (Kemensos). Mulai dari biaya tinggal, makan minum, hingga pemulangannya.

“Mayoritas para TKI memang bukan warga Kepri. Jadi, Dinsos sebagai penyedia sarana. Sementara, terkait biaya makan minum dan pemulangan berasal dari Kemensos,” kata Doli.

Menurut Doli, permasalahan TKIB ini sudah pada tingkat Nasional. Namun, Kepri kerap menjadi sasaran empuk sebagai pintu masuk para TKI yang ingin bekerja di negara tetangga Malaysia. (aya)

Respon Anda?

komentar