Apri: ASN Harus Mampu Berinovasi

354
Apri Sujadi. F. Choky/batampos.

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi menegaskan pihaknya segera melakukan penataan secara menyeluruh terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Bintan.

Hal ini sesuai dengan keinginan dari Pemerintah Pusat yang saat ini betul-betul ingin fokus melakukan perubahan, dengan meningkatkan mutu standarisasi kerja seluruh ASN di Indonesia.

Sehingga memiliki inovasi dan kreativitas dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara. “Penataan ASN yang dilakukan Provinsi saat ini, juga akan kami lakukan di Kabupaten Bintan. Tentunya itu sudah menjadi program kami kedepan,” jelas Apri, Senin (17/4).

Apri menuturkan seluruh ASN di Pemkab Bintan akan dituntut untuk tidak hanya mampu menjalankan rutinitas kerja. Namun ASN juga diharapkan harus mampu melakukan inovasi, serta betul-betul bisa menerjemahkan apa yang menjadi program utama dari pimpinan daerah tersebut, sehingga program yang sudah direncanakan dapat terealisasi dengan cepat.

“ASN itu tidak hanya datang ke kantor untuk absensi, hanya sekedar rutinitas, terus pulang. Itu sudah tidak bisa lagi. Kedepan akan lebih ditertibkan, dengan memiliki kewajiban untuk mengikuti semacam pelatihan. Jadi tidak ada lagi ASN yang sebatas hanya ikut mengikut, tapi ASN perlu punya inovasi yang nyata,” terangnya.

Ketika ditanya terkait dengan penertiban disiplin menggunkan fingerprint, lanjut Apri menilai hal tersebut tidak efektif, pasalnya kalau menggunakan fingerprint, tentunya bisa di bohong-bohongi.

“Saya lebih cenderung bagaimana kita memberi pelatihan dulu sebelum memberikan penindakan. Langkah pertama yang harus dilakukan ya merubah mindset dulu, dengan menciptakan ASN yang memiliki jiwa inovasi, memiliki kreativitas, dan tidak hanya menjalankan rutinitas. Itu yang terpenting,” terangnya.

Menurut politisi partai Demokrat ini kalau hanya sekedar menggunakan fingerprint, tentunya bukan menjadi solusi utama untuk mewujudkan penataan ASN menjadi lebih baik. Tentunya perlu langkah lebih yang lebih efektif dan wajib harus dilakukan seluruh ASN, seperti pelatihan dan lainnya.

“Saya lebih cenderung kepada penilaian standarisasi kerja dari seorang ASN. Dan itu harus dibarengi dengan Standart Operasional Prosedure (SOP) dari masing-masing kepala bagiannya. Jadi kepala bagiannya harus melaporkan terus kinerja seorang ASN, mulai dari staf eselon 4 sampai eselon 3 setiap harinya. Sehingga dari situ bisa mengetahui perkembangan kinerjanya seperti apa,” imbuhnya. (cr20)

Respon Anda?

komentar