Empat Kelompok Nelayan Terima 10 Ribu Benih Ikan

246
Penyebaran bantuan benih ikan kerapu dari balai perikanan Budidaya Laut Batam kepada kelompok nelayan di Sedanau Natuna, Senin (17/4)

batampos.co.id – Sebanyak empat kelompok nelayan budidaya kerapu di Sedanau menerima bantuna 10 ribu benih dari Balai Perimanan Budidaya Laut Batam, Senin (17/4). Penyerahan benih sekaligus peralatan pendukung dan pakan ikan secara gratis keramba apung nelayan.

Kepala Bidang Pengelolaa Pemberdayaan, Usaha Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Pemkab Natuna Zakkmin Yusuf mengatakan, bantuan benih ikan kerapu cantan adalah hasil pemijahan secara teknologi yang baik. Diharapkan, menjadi lonjatan pengembangan budidaya kerapu, disaat napoleon belum bisa dipasarkan.

Pemerintah Daerah menilai, saat ini angka budidaya ikan di Natuna masih rendah dibanding ikan tangkap. Sementara potensi berdasarkan estimasi sangat tinggi. Bahkan secara estimasi, potensi ikan budidaya bisa mencapai 96.437 ton pertahun. Sementara saat ini masih berproduksi sekitar 216,26 ton per tahun.

“Bantuan benih ikan kerapu ini, adalah untuk meningkatkan hasil budidaya. Sekarang masih sekitar 22 persen, ditargetkan lebih dari 50 persen ditshun mendatang,” kata Zakimin.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam Toha Tusihadi mengatakan, bantuan benih ikan kerapu dilaksanakan empat tahap, setiap tahap disrrahkan sebanyak 10.200 benih. Karena diangkut menggunakan kapal motor dari Batam ke Natuna.

“Kami mencoba menggunakan jalur laut, sebelumnya menggunakan pesawat dari Batam ke Natuna. Tentu biayanya lebih murah. Tetapi untuk 10 ribu benih ini, biayanya sudah Rp 600 juta lebih, dan tentu nelayan bisa mendapat keuntungan berlibat nantinya,” ujar Toha.

Balai perikanan budidaya laut Batam sambungnya, tahun ini menargetkan 400 ribu benih disalurkan kepada nelayan budidaya. Sebanyak 150 ribu benih menjalankan program revitalisask keramba jaring apung, selebihnya dalam bentuk bantuan benih murni.

“Bantuan benih revitalisasi keramba jaing apung ini, u tuk mengoptimalkan keramba bantuan pemerintah yang tidak terkelola, sehingga ditarik kembali dan diserahkan kepada nelayan yang serius dan tekun,” sebut Toha.

Sebenarnya kata Toha, di Provinsi Kepri terdapat sekitar 1.000 lubang keramba jaring apung bantuan Pemerintah, 500 lubang diantaranya ada di Natuna. Jumlah tersebut terdiri dari bantuan Kementerian, Provinsi dan ada dari APBD.

Dengan kondisi tersebut katanya, untuk Natuna terdapat 80 lubang keramba jaring apung ditevitalisasi, Bintan 120 lubang dan Batam 80 lubang.

“Benih kerapu, bisa panen dalam waktu 1 tahun dengan ukuran 0,5 ons. Sampai 1 tahun lebih sudah ukuran sagu kilo gram. Kalau di Batam, pasaran lokalnya sudah cukup tinggi,” ujarnya.

Sementara Nato, seorang penampung hasil budidaya ikan kerapu di Natuna mengaku, saat ini pasaran ikan kerapu sudah cukup di Natuna dengan harga pasaran mencapai Rp 130 ribu per kilo gram. Dalam satu bulan, nelayan sudah bisa mencapai 20 ton kerapu diekpor ke luar negeri.(arn)

Respon Anda?

komentar